Warga saat membeli tabung elpiji 3 kg untuk dibawa ke Pulau Mandangin Sampang, Selasa (12/6/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sumenep, (Media Madura) – Sejak beberapa hari ini, harga gas elpiji di Desa Tajung Kiaok, Kecamatan/ Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur naik secara drastis dan kian mencekik.

Langka, menjadi penyebab naiknya harga bahan gas untuk memasak itu. Saat ini, harga gas elpiji ukuran melon tembus Rp 32 ribu dari sebelumnya Rp 25 ribu.

“Dalam dua pekan terakhir ini naik dua kali. Dari normalnya Rp 25 ribu per tabung, pertama Rp 29 ribu lalu naik lagi Rp 32 ribu,” terang salah satu warga Tanjung Kiaok, Ruslan (39), Rabu (5/9/2018).

Ruslan menuturkan, masyarakat kepulauan selama ini tidak terlalu mempermasalahkan mengenai harga yang sudah jauh melampaui harga di daratan, asalkan stok tidak langka.

“Lah, ini harganya selangit, stoknya malah kurang terbatas, akhirnya ya tambah mahal, dan itu sangat memberatkan kami,” tambahnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar pihak kecamatan segera melakukan sidak ke beberapa distributor yang selama ini menyalurkan elpiji tersebut.

“Karena dikhawatirkan saat situasi seperti ini, malah akan dijadikan kesempatan oleh tengkulak untuk meraup hasil yang lebih banyak, karena sejauh ini tidak ada pemberitahuan tentang adanya kendala pengirman elpiji dari daratan, seperti cuaca buruk dan lainnya,” tukasnya.

Sementara itu, Kabag Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Pemkab Sumenep, Moh. Kahir saat dikorfirmasi media ini enggan untuk memberikan keterangan. Dia beralasan masih mengikuti rapat.

“Saya masih rapat  di Surabaya, mas,” katanya pendek. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.