Warga menyampaikan keluhan ke kantor PDAM Trunojoyo Sampang Jalan Rajawali, Kamis (16/8/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Warga Desa Astapah, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan tidak mengalirnya sumber air bersih dari PDAM. Kejadian itu sudah berlangsung selama lima tahun terakhir.

Untuk itu, sejumlah warga terpaksa mendatangi kantor PDAM di Jalan Rajawali Kota Sampang. Mereka menyampaikan keluhannya karena selama air bersih tak mengalir, warga dipaksa untuk membayar tagihan rekening air.

“Air mati selama lima tahun, tapi dipaksa untuk bayar, inikan tidak adil bagi pelanggan,” kata Hamidah (58) warga Desa Astapah usai mendatangi kantor PDAM Trunojoyo, Kamis (16/8/2018).

Hamidah mengatakan, selama aliran air bersih mati, ia tetap rutin membayar air kepada PDAM. Setiap bulan tagihan air mencapai Rp 30 ribu hingga 60 ribu. Berbeda dengan warga lain, ada tagihan airnya mencapai Rp 100 ribu perbulan.

“Kami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, terkadang untuk mencukupi terpaksa numpang ke tetangga,” tuturnya.

Kordinator warga Astapah, Nur Hasan menuturkan bahwa keluhan pelanggan sudah pernah disampaikan beberapa waktu. Namun tidak ada evaluasi dari pihak PDAM. Untuk itu warga langsung menyampaikan keluhan untuk mencari solusi dan keadilan.

“Nantinya warga ingin menemui Bupati Sampang agar ada pertanggungjawaban terkait tidak mengalirnya air bersih PDAM dan disertai tagihan,” jelasnya.

Tak hanya itu, dirinya juga mempertanyakan keabsahan penarikan pembayaran air bersih PDAM tanpa didasari dengan water meter yang jelas.

“Ini jelas bahwa PDAM melakukan pungli alias langkah yang tidak sesuai aturan yang berlaku,” tudingnya.

Menanggapi itu, Humas PDAM Sampang Yazid Solihin, mengaku akan segera menindaklanjuti apa yang di sampaikan warga Desa Astapah.

Selain itu, pihaknya mengakui bahwa dalam penarikan tagihan air bersih bulanan tanpa didasari dengan water meter. Melainkan hanya asumsi petugas.

“Nanti kita tindaklanjuti ke bawah, tunggu saja ya,” singkatnya meninggalkan pertanyaan wartawan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.