Kepala Disperindagprin Sampang Wahyu Prihartono.

Sampang, (Media Madura) – Sebanyak 26 kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akan menerima bantuan hibah berupa mesin hidrolik press senilai Rp 1,4 miliar.

Bantuan itu merupakan program Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi IKM di Sampang.

Namun hingga kini bantuan tersebut tak kunjung terealisasi. Meski sebelumnya Disperindagprin berjanji jika realisasi program akan dimulai Juli 2018 kemarin.

“Belum disalurkan kepada kelompok IKM, karena masih perakitan mesin hidrolik selama tiga bulanan, kelompok IKM ini akan diberikan bantuan 26 unit mesin hidrolik press,” kata Kepala Disperindagprin Sampang Wahyu Prihartono.

Wahyu mengaku pihak ketiga sudah diminta untuk menuntaskan pengerjaan perakitan mesin pada September mendatang. Sehingga target pada bulan Oktober bantuan sudah direalisasikan kepada semua kelompok IKM yang terdaftar sebagai penerima bantuan.

Menurutnya, realisasi bantuan kepada IKM akan dilakukan secara terbuka dan mendapatkan pengawasan dari Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Dengan begitu, penyaluran akan tepat sasaran dan kualitas barang lebih terjamin.

“Maka itu harapan kami bantuan tersebut bisa mendorong pertumbuhan IKM di Kota Bahari, sehingga taraf perekonomian masyarakat bisa meningkat,” tuturnya.

Pria asal Banyuwangi itu menambahkan, kelompok IKM yang akan mendapatkan bantuan alat adalah kelompok yang telah yang mengajukan permohonan kepada intasinya di tahun lalu. Kemudian, dilakukan peninjauan atau survei lokasi
untuk menentukan IKM tersebut berhak mendapatkan bantuan atau tidak.

”Total pengajuan yang masuk sekitar 90 kelompok, tapi hanya 26 yang memenuhi syarat, banyak dari pemohon yang belum memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP),” jelasnya.

Ditambahkan, anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton, menyampaikan bahwa semua program harus bisa terlaksana sesuai dengan perencanaan. Mulai dari penganggaran, pengadaan barang dan jasa (barjas) hingga realisasi, semua tahapan tersebut harus dilaksanakan tepat waktu, agar program
bisa berjalan maksimal.

”Selama ini pemkab selalu terkesan lamban dalam merealisasikan bantuan hibah. Padahal, semua sudah ada aturannya,” singkat politisi Gerindra itu.

Berikut data kelompok IKM yang akan mendapatkan bantuan, IKM batik, makanan dan minuman (mamin), konveksi dan mebel.

Kelompok IKM genting yang bakal menerima bantuan tersebut yaitu, HML Jaya, Sehat Bersama, Sari Ayu, Super Famili, Ira Putri, Purnama Indah, HS Super, dan Barokah Jaya.

Kemudian, Harapan Satu, HMY Putra, Sumber Urip, Putra Pertama dan Usaha
Sinar Baru.

Sedangkan, kelompok IKM batik Indo Busana, Al- Barokah, Nafa Brother’s, Al-Hidayah, Rizquna dan Al-Qomari.

Untuk IKM mamin kelompok Rampak Naong, di Kecamatan Sampang,
Pangarengan, Sreseh, Banyuates dan Tambelangan.

Sementara, IKM mebel Barokah Jaya dan Usaha Mandiri. IKM konveksi hanya satu kelompok yaitu, Mala Dewa di Kecamatan Torjun.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.