Pengendara melintas di depan bangunan bekas kantor penyuluh pertanian Jalan Rajawali Kota Sampang, Selasa (14/8/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Bangunan bekas kantor petugas penyuluh pertanian
di Jalan Rajawali, Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, segera diusulkan menjadi kantor pelayanan Apotek Trunojoyo. Selasa (14/8/2018).

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima. Dia mengatakan, seharusnya fasilitas itu tidak dibiarkan kosong dan terbengkalai. Sebab, lokasinya cukup strategis untuk dijadikan sebagai kantor pelayanan pemerintahan atau Badan Usaha Milik
Daerah (BUMD).

Pasalnya, sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini bangunan yang cukup megah, fasilitas lengkap dan mempunyai dua gedung tersebut dibiarkan kosong dan tak terawat. Sehingga, sangat disayangkan jika aset tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Mau diusulkan jadi Apotek Trunojoyo, karena selama ini lokasi toko obat-obatan plat merah di Sampang itu kurang strategis dan jauh dari RSUD,” ucap Fauzan.

Politikus Gerindra itu menyampaikan akibat kurang strategis dan jauh dari rumah sakit, berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah
(PAD) dari pengelolaan apotek yang diketahui belum pernah mencapai target.

Menurut dia, lokasi apotek yang jauh dari rumah sakit menyebab apotek tersebut kurang produktif. Apalagi, saat ini apotek swasta sudah menjamur dan penyediaan obat cukup lengkap. Sehingga, daya saing antara apotek pemkab dengan apotek swasta ketat.

“Warga yang membuthkan obat akan membeli obat di apotek yang lokasinya dekat dan mudah dijangkau, maka itu kami rasa tempat itu cocok dan pas dijadikan apotek karena lokasinya cukup dekat dengan rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Aset Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang, Bambang Indra Basuki, menyampaikan bahwa bangunan tersebut direncanakan untuk dijadikan sebagai gedung Apotek Trunojoyo dan Pos Polisi Militer (PM). Untuk itu, pihaknya melakukan rapat berasama bupati, pengelola apotek dan pihak terkait lainnya.

”Disitu ada dua gedung Untuk apotek Trunojoyo akan ditempatkan di sebelah Selatan, Sedangkan Pos PM di gedung sebelah utara,” kata Bambang.

Terpisah, Direktur Apotek Trunojoyo Wiji Ningsih membenarkan jika lokasi apotek yang akan dipindah ke bagunan bekas kantor penyuluh pertanian. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat rekomendasi dari BPPKAD terkait dengan batas waktu pemakaian gedung tersebut.

”Rencananya itu hanya akan dipindah sementara sembari menunggu pembangunan gedung, tapi belum tahu kapan pindah nanti,” tuturnya.

Pihaknya tidak menampik, jika selama ini pengelolaan apotek dinilai tidak produktif dan kalah bersaing dengan apotek swasta. Sebab, meskipun lokasi apotek berada jauh dari RS. Tetapi, hal itu tidak mempengaruhi terhadap minat masyarakat untuk membeli obat di apotek Trunojoyo.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.