Petani Garam (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Memasuki masa panen, harga garam di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dikabarkan anjlok.

Kondisi tersebut mengundang keprihatinan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRd) setempat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Suli Faris mengatakan, anjloknya harga garam memang selalu menjadi permasalahan yang muncul setiap tahun. Tepatnya, ketika para petani garam hampir panen.

“Dengan berbagai alasan ekspor lah, garam tidak bersih, dan sebagainya. Menurut saya, itu cuma alasan dari tengkulak yang dibuat-buat,” tuding Suli Faris, Selasa (14/8/2018).

“Jadi, ini memang harus ada tindakan dari tim yang ada di kabupaten dan provinsi, agar ini tidak terus-terusan berlanjut,” sambungnya.

Terutama untuk Pamekasan, tambah Suli, jangan sampai untuk pasar garam hanya dimonopoli satu perusahaan saja. Pemerintah harus mencari pasar lain yang bisa masuk ke Bumi Gerbang Salam dan Madura umumnya, untuk membeli garam petani.

“Kalau masih dimonopoli oleh satu perusahaan saja. Iya, tetap permainannya hanya akan terus seperti itu. Kita ini juga tidak tega melihat para petani garam pada saat musim panen harga selalu anjlok,” ungkapnya.

Mestinya, menurut Suli, pemerintah bisa membongkar praktik-praktik tersebut. Selain itu, Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang garam harus ditarik ke Pamekasan agar mereka berkompetisi membeli garam. Dengan harapan, tidak ada lagi monopoli garam oleh satu perusahaan saja.

“Bahkan, kalau perlu BUMD yang ada di sini digerakkan untuk membeli garam rakyat agar harga tidak selalu anjlok,” tandasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.