Pintu masuk ke lokasi ekplorasi Migas di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Masalah sengketa lahan lokasi pengeboran sumur migas ENC-2 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, PT Energi Mineral Laggeng (PT EML) masih terus berlanjut.

Pasca ahli waris melaporkan sengketa lahan ke polisi, kini pihak ahli waris meminta pihak PT. EML menghentikan kegiatan eksplorasinya, hingga persoalan lahan selesai.

Tidak hanya itu, ahli waris lahan migas Saronggi melalui Penasehat Hukum (PH) nya saat ini juga melayangkan surat pemberitahuan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), untuk meminta memghentikan sementara aktifitas pengeboran.

“Kami sudah melayangkan surat ke SKK Migas untuk menghentikan sementara aktifitas pengeboran ENC-2 di Desa Tanjung, Safonggi,” kata PH Ahli Waris lahan, Nur Ismanto melalui sambungan telepon, Kamis (9/8/2018).

“Itu kan berdiri di lahan warga yang belum dibebaskan, apalagi perusahaan yang mengaku membeli itu tidak bisa menunjukkan dokumennya. Sehingga kami meminta aktifitas dihentikan dulu,” sambungnya.

Apalagi, saat ini pihaknya masih menempuh jalur hukum, dengan melaporkan ke Mapolres Sumenep meski masih proses gelar dan belum ada kepastian diterima atau tidak.

“Lihat saja nanti. Intinya, kami akan menggugat lahan yang luasnya kurang lebih 11 ribu meter itu,” tegas pria yang juga sebagai Dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta ini.

Sementara, dihubungi terpisah, Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar mengaku belum tahu mengenai surat yang dilayangkan oleh ahli waris lahan migas di Desa Saronggi tersebut.

“Saya masih di rembang mas. Saya belum tahu terkait surat itu (Permintaan penghentian ekplorasi migas EML, Red),” jawabnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telpon.

Tetapi, menurut Ali Masyhar, sengketa lahan yang terjadi di pengeboran sumur ENC 2 itu tidak berpengaruh pada ekplorasinya. Sebab, EML menyewa lahan kepada perusahaan IBRA.

“Yang saya tahu EML Sewa ke PT IBRA, jadi masalahnya antara ahli Waris sama IBRA. Soal sengketa itu, kami tidak perlu masuk, karena itu eksternal. Kami di SKK Migas Jabanusa mengawasi kerja kontraktor migas EML. Intinya, ekplorasi itu tetap dilanjutkan oleh PT EML,” ungkapnya. 

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.