Zia Ul Haq saat memberikan keterangan pada wartawan

Pamekasan, (Media Madura) – Zia Ul Haq, konsumen dealer motor Honda Pamekasan, CV Summa Pamenang, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kesal karena motor yang ia pesan hingga hampir empat bulan tidan kunjung datang, padahal ia sudah pasang DP sekitar 80 persen.

Diceritakan oleh Habib, sapaan akrabnya Zia Ul Haq, pemesanan motor jenis PCX itu dilakukan lada tanggal 30 April 2018 lalu, dirinya hendak membeli motor idamannya itu dengan harga Rp 31 juta lebih, namun motor keluaran terbaru itu tidak ada, dan harus pesan selama 1 atau 2 bulan.

“Motor itu rencananya buat anak saya, karena anak saya sangat mengidamkan motor itu saya memutuskan untuk inden, janji dealer hanya satu sampai dua bulan tapi sampai sekarang tidak ada hanya janji-janji,” katanya, Rabu (1/8/2018).

Ditambahkan oleh Habib, dirinya kerap kali datang menanyakan motor PCX kepada pihak dealer yang terletak di Jalan Jokotole Pamekasan itu, namun pihak dealer selalu berjanji barangnya masih akan datang sekitar 1 minggu lagi.

“Saya sebagai konsumen tidak mendapat pelayanan baik, selama masa waktu yang dijanjikan itu, pihak dealer tidak pernah menghubungi saya. Justru saya yang selalu bertanya. Masa seperti itu sikap kepada konsumen,” keluhnya.

Dari saking lamanya menunggu, ia berinisiatif menelpon kepada pihak dealer di pusat dan dealer Jawa Timur. Hasil konsultasinya, ternyata nomor antriannya adalah nomor urut 31 se-Jawa Timur.

“Baru saya tahu kalau saya nomor 31 antreannya padahal saya yang pesan sudah tiga bulanan, jangan-jangan ini adalah permainan dari pihak dealer, soalnya ada teman saya di Sumenep yang inden barang yang sama di belakang saya, warna sama barangnya sudah datang. Setelah saya tanyakan kepada teman saya, ternyata membayar uang lebih Rp 2 juta kepada pihak dealer. Ini aneh kan, ” tutur Habib.

“Saya harap dealer tidak mempermainkan hak-hak para konsumen, apalagi uang konsumen dari hasil bermacam macam, misalnya ngutang, jual barang barang dan lain sebagainya,” sambungnya.

Atas kerugian materiil yang ia terima, dirinya akan melaporkan kejadian yang menimpanya kepada pihak berwajib.

“Karena saya terlalu lama menunggu tanpa kejelasan maka saya katakan ke dealer gagal pesan dan meminta uang saya kembali penuh tanpa persyaratan apapun,” tegas pria yang menjabat sebagai Direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) yakni perusahaan yang menaungi Madura United FC itu.

Menanggapi hal itu, Penanggung Jawab Dealer Honda CV Summa Pamenang, Pamekasan, Hariaji, mengatakan, untuk barang yang dipesan konsumennya itu memang masih harus inden ke Jakarta.

Dikatakan, barang yang dikirim ke Pamekasan tidak pasti berapa jumlahnya, sehingga ia tidak bisa memberikan kepastian berapa lama barang itu datang.

Apalagi, kata Hariaji, jenis sepeda motor dan warna yang dipesan itu banyak yang memesan. Sementara kiriman terbatas dan berdasarkan nomor urut pemesanan.

Ditambahkan, seandainya Habib meminta warna lain maka barangnya bisa datang dalam dua bulan. Ia minta agar pelanggannya itu bersabar.

“Kalau misalnya saya berjanji minggu depan atau setengah bulan lagi, ternyata barangnya belum datang, nanti saya dikomplain oleh Mas Zia. Karena itu saya tidak berani memastikan. Saya kenal baik dengan Mas Zia, itu bukan hanya pelanggan setia saya, tapi juga tetangga,” kata Hariaji kepada wartawan.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.