Coach Iwan Setiawan menghadiri launching Akademi Madura United di SGRP Pamekasan, Mingg (8/7).

Media Madura – Launching Madura United Football Academy U-16 sudah dilakukan, Minggu (8/7/2018).

Tercatat, ada 50 siswa yang mengenyam pendidikan sepak bola di akademi Madura United saat ini. Para siswa ini juga mendapat kontrak belajar.

Perekrutan siswa akademi sepak bola ini menggunakan sistem seleksi. Sebanyak 528 peserta mengikuti seleksi tersebut. Seleksi dilakukan hingga tiga tahap.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi mengaku puas dengan hasil seleksi tersebut karena saratus persen siswa adalah putra daerah Madura.

“Kalau saya lihat dari hasil seleksi badannya tinggi-tinggi. Semangat mereka saya rasa tidak kalah dari pemain-pemain lain. Tinggal skill mereka yang perlu ditempa lagi,” kata AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi.

AQ mengungkapkan gagasan untuk membangun akademi sepak bola di Madura sudah ada sejak 2016 silam. Menurutnya, selain sebagai salah satu
persyaratan AFC, akademi sepak bola ini juga sebagai wadah bagi para talenta-talenta berbakat di Pulau Garam

“Ini kan salah satu program kami yang sudah dicanangkan sejak 2016. Bahwa untuk memenuhi syarat-syarat di AFC, lisensinya itu, kami salah satunya punya akademi. Akademi ini sudah kami bangun kemarin. Insya Allah, mudah-mudahan ini bagus,” ujarnya.

“Dan, ini upaya dari manajemen Madura United untuk menghargai potensi-potensi lokal yang dimiliki oleh Madura, dan ternyata memang luar biasa kalau saya lihat saat dilakukan seleksi,” tegas AQ.

Tidak hanya mengembangkan kelompok usia 16 tahun, akademi Madura United juga melakukan pembinaan terhadap pemain usia 19 tahun.

Bedanya, di kelompok usia ini tidak mayoritas pemain putra daerah. Padahal, yang mendaftar saat seleksi mencapai 674 orang.

Terhitung 30 persen pemain berasal dari berbagai daerah di luar Madura. 70 persen asli putra daerah.

Kelompok usia ini memiliki 30 pemain yang nantinya akan diproyeksikan untuk mengikuti Liga 1 U-19 2018.

Setelah mengetahui masing-masih wajah para siswa di akademinya, AQ pun meminta Direktur Teknik sekaligus Pelatih U-19 dan Pelatih U-16 Elit Pro, Iwan Setiawan untuk menempa skill mereka agar nantinya menjadi pemain yang profesional.

“Nah itu PR (pekerjaan rumah) untuk Coach Iwan untuk membuat itu. Itu adalah keinginan saya, suatu saat mimpi saya bagaimana Madura United itu juga bertaburan pemain-pemain lokal,” pungkas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.