Bocah penderita gizi buruk asal Desa Omben Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, Sabtu (30/6/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Bocah perempuan berusia 11 tahun diduga menderita penyakit gizi buruk sejak lahir sehingga kondisinya mengalami kurus kering kerontang. Ia adalah Khoirun Nisa.

Warga Dusun Sangsang, Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, itu kini hanya berada dalam gendongan sang ibu.

Sebab, Khoirun Nisa anak dari pasangan Abdus Salam (50) dan Sumaniyah (48), tak bisa bermain seperti anak sepantarannya.


Tubuhnya kering terlihat tulang. Anggota tubuh tak bisa digerakkan bahkan hanya menangis merengek kesakitan.

Berdasarkan pengakuan keluarga, kelahiran Khoirun Nisa dalam keadaan normal. Menginjak usia sekitar 8 bulan, dia jatuh sakit demam tinggi. Keluarga pun membawanya ke rumah sakit di Pamekasan, RSUD Sampang, hingga Puskesmas setempat.

“Bukan malah sembuh, Khoirun Nisa justru kejang-kejang karena panasnya semakin tinggi,” kata Sumaniyah dengan Madura, Sabtu (30/6/2018).

Tak henti disitu, untuk kesembuhan putri bungsu dari kelima saudara, Khoirun Nisa menjalani perawatan medis selama 7 bulan dengan bantuan alat oksigen.

“Saat ini sudah tidak dirawat lagi karena biaya tidak ada, makan sehari-harinya saja susah tak cukup, maka itu pengobatan alternatif seadanya,” terangnya.

Setiap hari Khoirun Nisa diberi makanan berupa suplemen energi untuk memenuhi asupan gizi. Kadang mengkonsumsi susu nutrisi. Hal ini demi mengimbangi kondisi tubuh.

Sementara itu, ketika Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang Siti Farida yang berkunjung kerumahnya, mengaku prihatin kondisi Khoirun Nisa. Mirisnya lagi, bocah ini tidak terdaftar program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Dia tidak terdaftar di program pemerintah, entah luput dari sasaran atau memang kurang diperhatikan,” tanya aktivis yang getol terhadap sosial dan kesehatan di Sampang itu.

Dirinya meminta pemerintah segera turun tangan memberikan uluran untuk menyelematkan kondisi bocah tersebut. Karena selain bantuan kesehatan, keluarga juga tidak terdaftar Program Keluarga Harapan (PKH).

“Bayangkan keluarga mereka belasan tahun tidak menerima bantuan sosial maupun kesehatan dari pemerintah,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.