Jonathan Judianto berbincang dengan Rian yang menderita tumor ganas di perut kanan, Jumat (22/6/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Penjabat (Pj) Bupati Sampang Jonathan Judianto menyambangi Mohammad Rian (11), bocah SD kelas V yang menderita tumor ganas di bagian perut kanan, Jumat (22/6/2018) pagi.

Pada pukul 10.30 WIB, Jonathan bersama rombongan Kepala Dinas Kesehatan Firman Pria Abadi, Direktur RSUD Muhammad Zyn Sampang Titin Hamidah, Camat Torjun Lilis Listiawati, dan lainnya mendatangi rumah Rian di Dusun Krampon Tengah, Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya, Jonathan menyerahkan bantuan secara pribadi kepada keluarga untuk meringankan beban biaya perawatan Rian. Sekaligus, memerintahkan Dinas Kesehatan melakukan uji laboratorium di Jakarta.

“Pasien ini terkena penyakit tumor yang amat sangat langka sekali dan sifatnya ada mutasi kromosom yang tumbuh berdasarkan genetik
bahkan isinya gelumbung-gelumbung, makanya harus segera diangkat dan dibersihkan, jika tidak akan muncul lagi,” ujar Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto, Jumat (22/6/2018).

Jonathan memerintahkan Dinkes Sampang melakukan uji lab di Jakarta karena penyakit tumor yang diderita Rian tergolong langka. Sehingga, Rian akan dibawa ke rumah sakit di Surabaya dan hasil uji lab dikirim ke Jakarta.

“Besok akan dibawa ke Surabaya, cek uji lab dikirim ke Jakarta agar nanti ada perkembangan dan tindaklanjut, kita berjanji memfasilitasi keberangkatan Rian selama pengobatan,” ungkapnya.

Jonathan mengaku tersentuh melihat kondisi bocah berumur belasan tahun itu hidup di tengah keterbatasan kedua orangtuanya.

“Insya Allah akan kita bantu agar pengobatannya tuntas, dan kita berharap kedua orangtuanya bisa tabah dan sabar menjalaninya, semoga cepat sembuh,” imbuhnya

Sekedar diketahui, Rian adalah anak pertama dari pasangan Juhari (46) dan Samiyah (45), sudah hampir tiga bulan terbaring lemas karena serangan tumor ganas dibagian perut sebelah kanannya.

Kepada mediamadura.com, Samiyah mengatakan, anaknya menderita sakit di bagian punggung kanan hingga bagian perut sejak Agustus 2017 lalu. Ketika itu, Rian terjatuh saat mengikuti rentetan semarak Kemerdekaan RI.

Pihak keluarga sempat membawa Rian ke RSUD Sampang dan Pamekasan. Dokter memvonis Rian terkena tumor ganas setelah dilakukan uji laboratorium.

Kemudian, pada Maret 2018 keluarga membawa Rian ke rumah sakit di Surabaya. Proses operasi pun berlangsung. Namun, dokter menyarankan kembali melakukan perawatan medis dengan Kemoterapi atau kemo.

“Sempat dioperasi dengan jaminan BPJS Kesehatan, tapi setelah operasi itu tidak dilakukan kemo atau semacam cuci darah,” kata Samiyah dengan mata berkaca-kaca.

Karena keterbatasan biaya, keluarga tidak melakukan rekomendasi dokter. Sebab, biaya kemo harus dikeluarkan keluarga kurang mampu ini sebesar Rp 1 juta lebih.

Pada bulan Mei, benjolan tumor kembali membengkak hingga saat ini di bagian perut Rian. Keluarga menduga, tumor masih menyerang tubuh Rian karena proses kemo tidak dilakukan.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.