Ilustrasi kartu tani

Pamekasan, (Media Madura) – Para petani di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur kurang antusias dengan adanya kartu asuransi tani.

Hal itu diungkapkan, Kasi Penanaman Pertanian Distanphp, Pamekasan R. Deddy Dwi Yudha. Menurutnya, para petani enggan membuat kartu tani karena prosesnya lama.

“Mayoritas para petani yang ada di sini ingin secepatnya menanam tanaman lain ketika sudah panen,” ucapnya, Rabu (6/6).

“Sedangkan yang diasuransikan belum boleh diolah selama belum ada pemeriksaan. Itulah sebabnya kenapa para petani ini enggan membuat kartu asuransi tani,” terang Deddy.

Deddy mengungkapkan, bahwa untuk Kecamatan Pademawu ada 27 hektare mengasuransikan adalah petani dan preminya satu hektare 38 ribu satu musim tanam per hektare. Apabila ada kerusakan akan diganti 6 juta.

“Sayang sekali mas, kalau petani ini tidak mempunyai kartu asuransi tani,” tegas Deddy.

Pihaknya juga berharap agar masyarakat segera berminat untuk ikut asuransi tani dan ikut aturan-aturan cara bertani dengan baik.

“Semoga petani di sini cepat mempunyai kesadaran bahwa kartu tani ini sangatlah berguna bagi mereka,”pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.