Sumenep, (Media Madura) – Memasuki pekan kedua bulan ramadan 1439 Hijriyah, sejumlah bahan baku makanan dan minuman di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami kenaikan, khususnya bahan takjil.

Hal itu menjadi wajar, mengingat hukum pasar menyebutkan, jika permintaan meningkat, maka harga pun juga akan ikut naik. Salah satu harga yang saat ini mengalami kenaikan signifikan adalah harga kelapa muda.

Harga kelapa muda ditingkat pekebun saat ini tembus Rp. 4000 hingga Rp. 4500 per buah. Padahal sebelum bulan ramadan, harga kepala muda paling mahal hanya Rp. 3000 per buah.

Hal ini pun dirasakan sebagai berkah bulan suci oleh masyarakat yang memiliki kebun kelapa. Sebab, jarang-jarang harga kelapa muda bisa tembus Rp. 4000. Diantara orang yang merasakan berkah ini adalah Hokiyanto (30).

“Ya Alhamdulillah mas, harga kelapa muda mahal, karena jarang-jarang kita merasakan harga mahal seperti sekarang,” ujar Warga Desa Banuaju, Kecamatan Batang-batang ini, Jum’at (25/5/2018).

Ia menceritakan, kenaikan harga telah terjadi sejak sepekan menjelang ramadan, bahkan sejak saat itu pemilik kebun kelapa di daerahnya berlomba-lomba menaikkan harga ke para pengepul atau pedagang yang datang.

“Karena masyarakat sadar peluang, permintaan pasar sekarang sedang tinggi, jadi harga berapapun pasti dibeli. Dan ternyata memang benar begitu,” ungkapnya tertawa.

Tidak hanya kelapa muda yang harganya meroket, harga kelapa kopyor juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp. 25 ribu per buah, saat ini seharga Rp. 30 ribu ditingkat pekebun.

“Semoga saja harga mahal ini bertahan lama, agar setidaknya kami bisa merasakan berkah,” tandasnya.

Kelapa muda memang salah satu menu buka puasa yang sangat favorit, airnya yang segar dan dagingnya yang legit sangat pas untuk mengobati dahaga orang yang menahan haus selama menjalankan ibadah puasa. 

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.