Sampang, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Madura, Jawa Timur, menahan Ismail, tersangka kasus pemalsuan tanda tangan dan stempel milik pemerintahan Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang.

“Tersangka Ismail sudah dilakukan penahanan hari ini,” ujar Kasi Intel Kejari Sampang Joko Suharyanto, Kamis (24/5/2018).

Kata Joko, Ismail dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan hingga proses pelimpahan berkas ke pengadilan selesai. Penahanan Ismail menjadi pertimbangan JPU setelah melihat kasusnya yang terjerat pasal 263 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat dengan ancaman kurungan maksimal 6 tahun.

“Sudah cukup alat bukti dan berdasarkan hak JPU, karena pertimbangan karena khawatir melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

Sebelumnya, Ismail ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Sampang beberapa waktu lalu. Bahkan dua hari lalu, pihak Kejari setempat didemo oleh ratusan warga Gunung Maddah.

Mereka mendesak Kejari untuk menahan Ismail karena dinilai kebal hukum meski telah ditetapkan sebagai tersangka.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.