Dok/MM: Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Kabupaten Sampang Insiatun memberikan keterangan terkait keterlibatan PPK sebagai anggota parpol, Selasa (24/4/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepala Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Bambang Maryono mengungkapkan ada empat staf Panwaslu mengundurkan diri secara tertulis sebelum masa kontrak kerja berakhir.

“Memang benar, ada empat staf mengundurkan diri,” ucap Bambang, Senin (21/5/2018).

Mereka diantaranya, Abdurachmad Tullah (Mamad) sebagai bendahara Paswaslu, Husen Bin Hasan Baagil sebagai staf operator keuangan, Arfina Yunaida Anwar dan l Musli Mulyono sebagai staf hukum penindakan dan pelanggaran (HPP).

“Kalau tiga orang ini sudah tidak masuk kantor, tapi Mamad bendahara masih masuk karena pengajuan pengunduran dirinya masih diproses di Provinsi Jatim,” terangnya.

Sayangnya, Bambang tidak menjelaskan secara detail alasan pengunduran diri sejumlah stafnya tersebut.

Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan, menyebutkan selain empat staf mengundurkan diri secara tertulis, juga ada satu staf bernama Magfiroh dipecat oleh Panwaslu Kabupaten Sampang meski sudah bekerja hanya sekitar 17 hari tanpa memiliki SK.

Pemecatan itu diduga karena salah satu komisioner memerintahkan agar menginap di kantor Panwaslu Sampang, namun tidak dihiraukan.

Terpisah, Husen Bin Hasan Baagil staf operator keuangan Panwaslu Sampang, menjelaskan dirinya mengundurkan diri sejak 23 April 2018 kemarin. Alasannya karena tidak cocok dengan kebijakan pimpinan yang ada di Panwaskab.

“Kami sejak awal sudah bekerja penuh waktu, tapi intinya saya tidak bisa bekerja dengan kebijakan pimpinan,” ungkap Husen Bin Hasan Baagil yang akrap di sapa Iyyek.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.