Pamekasan, (Media Madura) – Tanaman tembakau masih menjadi komoditi yang paling diandalkan oleh masyarakat Madura, khusunya, di Kabupaten Pamekasan.

Hal itu disamapaikan, Matniri, (66). Petani tembakau asal Desa Tobungan, Kecamatan Galis itu mengaku sampai sekarang belum ada komoditas lain yang keuntungannya menyamai tembakau.

“Meski ada imbauan dari pemerintah untuk beralih ke tanaman lain, petani menolak, dan tetap menanam tembakau karena tembakau adalah komoditi yang sangat menguntungkan,” terangnya, Kamis (17/5/2018).

Bahkan, menurutnya, meski kadang petani sering gagal panen, mereka tetap menanam tembakau. Bagi petani, dengan menanam tembakau bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dari tanaman lainnya.

“Menanam tembakau bukan hanya aktivitas budi daya. Tetapi juga budaya. Meski gagal panen atau rugi, pada musim selanjutnya kembali menanam tembakau,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI(, Soeseno mengatakan, tembakau berpotensi dikembangkan. Terutama bibit Madura. Bibit tembakau di Pulau Garam tersebut banyak dikembangkan di luar negeri seperti India, Turki, dan Prancis.

Tembakau menjadi ujung tombak industri rokok. Tanpa adanya petani yang menanam daun emas itu, tidak akan ada perusahaan rokok.

“Tidak ada tembakau, tidak ada rokok,” katanya.

Soeseno menyampaikan, tembakau dinilai memiliki peranan penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

”Sampai saat ini tembakau masih menjadi komoditas pilihan di saat musim kemarau. Sebab, mempunyai nilai ekonomi tinggi dibanding dengan komoditas pertanian lainnya,” jelas dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, pemerintah memang sempat berencana mencari tanaman alternatif. Petani diimbau menanam tanaman lain seperti tomat, ketela, dan semangka.

Namun, petani enggan melanjutkan. Mereka lebih memilih menanam tembakau. Sebab, dari sisi keuntungan, tanaman yang membutuhkan air cukup itu sangat tinggi.

”Mate odhi’ paggun namen bako (mati hidup tetap menanam tembakau),” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan