Kamis, Juni 30, 2022

Ijazah Madrasah Diniyah akan Diwajibkan di Sampang

Must read

Sampang, (Media Madura) – Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Sampang Hermanto Subaidi dan Suparto (Mantap) memunculkan wacana wajib mempunyai ijazah Madrasah Diniyah bagi lulusan SD/MI yang akan melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal itu dikemukakan Hermanto pada saat menghadiri silaturahmi Habaib, Ulama, dan Asatidz se-Kabupaten bersama Mantap di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihsan di Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Sabtu (12/5/2018).

“Insyaallah jika terpilih menjadi bupati Sampang di Pilkada 27 Juli 2018 ini akan mewajibkan ijazah Madrasah Diniyah saat penerimaan siswa baru,” ujar Hermanto dihadapan ratusan Habaib Ulama dan Asatidz.

Hermanto mengatakan, konsep ijazah Madrasah Diniyah bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam. Sekaligus menciptakan tentang akhlak, moral dan etika masyarakat Sampang.

Dengan dibentingi akhlak generasi muda dapat terhindar dari runtuhnya moralitas pendidikan agar budaya bangsa tidak tergerus di era globalisasi saat ini.

“Anak didik itu diharapkan lebih tahu bagaimana tata cara sholat, menghormati orangtua, berpuasa yang benar, bergaul, cara berpakaian juga dan lainnya agar mereka punya modal,” ungkap paslon nomor urut 2 di Pilkada Sampang.

Dirinya menyampaikan, kebijakan tersebut tentu diiringi dengan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) untuk memberlakukan aturan dimaksud. Wacana ijazah Madrasah Diniyah dinilai sangat urgen bagi daerah Sampang yang dikenal sebagai kultur agamis di Pulau Madura.

“Tapi ini tidak segampang itu bupati bikin kebijakan harus melalui Perda yang harus dibahas oleh DPRD, semua itu kunci keberhasilan untuk membangun Sampang,” tutur Hermanto.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article