Pertemuan Pemkab Pamekasan dengan ulama dan umara di Pendopo Ronggosukowati, Selasa malam.

Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar sarasehan dengan mengundang ulama dan umara, di Pendopo Ronggosukowati, Selasa (8/5/2018) malam.

Pertemuan ini bertujuan guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H. Serta meminta masukan-masukan pada semua ulama dan umara agar bulan puasa tahun ini berjalan secara aman dan lancar.

“Harapan kami dari pertemuan ini, meminta masukan pada semua ormas Islam yang ada di sini, agar pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan tahun ini berlangsung dengan khidmat. Bukan hanya pada saat bulan Ramadhannya saja. Tapi, juga sampai dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri,” terang Plh Bupati Pamekasan, Mohammad Alwi, Selasa malam.

Lebih lanjut Pelaksana Harian (PLH) Bupati Pamekasan itu membacakan draf surat edaran Nomor: 451.4//432.012/2018, tentang kegiatan dalam rangka menghormati bulan suci Ramadhan 1439 H/2018 M.

Draf surat edaran tersebut berisi tentang memulai dan mengakhiri pelaksanaan ibadah puasa dan melakukan penyamaan jadwal waktu shalat dan imsakiyah sesuai jadwal yang dikeluarkan Badan Hisab Rukyat (BHR) dan kantor Kementerian Agama Pamekasan.

Selanjutnya, mengatur penggunaan pengeras suara dan larangan terhadap para pengusaha rumah makan, warung, restoran membuka atau melayani pelanggan selama siang hari.

Menyiapkan perlengkapan Hari Raya Idul Fitri, dinas/ intansi, kantor dan lembaga lainnya memasang spanduk-spanduk yang berisi imbauan, dan menggalakkan pelaksanakan kegiatan ibadah sosial keagamaan.

“Mari kita galakkan pelaksanan kegiatan sosial keagamaan dengan meningkatkan pembinaan pada generasi melalui infaq dan sodaqoh mulai dari tingkat desa, kelurahan, Kkecamatan dan kabupaten,” tambahnya.

Dirinya juga mengimbau pada masyarakat, utamanya kaum muda untuk tidak melakukan takbir keliling menggunakan motor atau pun mobil, karena sangat membayahakan diri sendiri dan orang lain.

“Sebaikknya pelaksanaan takbir dilakukan di tempat-tempat ibadah seperti masjid atau musalla. Atau melakukan takbir keliling dengan berjalan kaki,” imbuhnya.

Terkait semua imbauan di atas, dirinya meminta kepada semua jajaran Forpimda Kepolisian dan Satpol PP agar memantau dan mengawasi semua aktivitas sebagai mana tercantum dalam surat edaran tersebut.

“Memberi tindakan yang tegas bagi yang melanggar sebagai mana yang tercantum dalam surat edaran ini sejalan dengan perda No 5 Tahun 2014,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.