Pamekasan, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan menggelar sosialisasi tahapan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018 kepada siswai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, seluruh BEM universitas dan komunitas sepeda ontel yang ada di wilayah itu.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan seluruh tahapan-tahapan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018.

“Masyarakat biar paham dengan adanya Pilkada serentak 2018 nantinya. Karena pada pemilihan tahun ini masyarakat tidak hanya memilih Cabup-Cawabup Pamekasan saja, namun mereka juga akan memilih Cagup-Cawagup Jatim,” teranag Ketua KPU Pamekasan Mohammad Hamzah. Jumat (4/5/2018) pagi.

Menurtnya, nanti pada tanggal 27 Juni 2018, KPU akan menyiapkan dua kotak suara salam satu TPS di berbagai desa atau kelurahan.

“Kotak suara yang pertama untuk memilih Cabup-Cawabup Pamekasan, dan kotak suara yang ke dua untuk memilih Cagup-Cawagup Jatim. Itu akan dilaksanakan dalam satu waktu yang bersamaan,” ulasnya.

Hamzah melanjutkan, tahapan-tahapan tersebut telah dilakukan untuk yang kesekian kalinya. Karena sebelumnya KPU sudah melakukan sosialisasi dengan mengadakan debat kandidat kedua Paslon bupati – wakil bupati pada 24 April yang disiarkan secara langsung di salah satu radio swasta yang ada di Pamekasan.

“Kita sudah mengatahui bersama bahwa untuk Pilkada Pamekasan KPU telah menetapkan dua Paslon yaitu Baddrut Tamam – Raja’e (Berbaur) dengan nomor urut 1 dan Kholilurrahman – Fathorrahman (Kholifah) dengan nomor urut 2,” sambungnya.

“Sedangkan untuk Pilgub Jatim KPU Provinsi Jatim juga menetapkan dua Paslon yaitu Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak dengan nomor urut 1 dan Syaifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno dengan nomor urut 2,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Eko Sasmito Mengungkapakan, sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Pamekasan cukup baik, terbukti dengan tingkat antusias masyarakat untuk Pilkada serentak tahun 2018 ini.

“Madura ini meski dinamikanya cukup tinggi, namun tingkat kericuhannya juga rendah khusunya di Kabupaten Pamekasan. Ini berkat sosialisasi – sosialisasi yang sering di lakukan oleh KPU,” terangnya.

Reporter : Zubaidi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan