Ketua PPK Jrengik Syaiful Anam (batik biru) memenuhi panggilan Panwaslu Sampang di Jalan Rajawali III, Selasa (24/4/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Panitia Pengawas Pemilhan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengklarifikasi keterlibatan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jrengik Syaiful Anam, yang diduga masih menjadi anggota partai politik (parpol).

Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Kabupaten Sampang Insiatun, menjelaskan temuan tersebut berdasarkan beredarnya foto yang bersangkutan di media sosial, pada Senin (23/4) malam kemarin. Untuk itu, pihaknya memanggil dan mengklarifikasi terhadap Panwascam, Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif, dan Ketua PPK Jrengik Syaiful Anam.

“Termasuk hari ini juga kita akan mendatangi kantor DPC PDIP Bangkalan untuk memastikan kebenaran keterlibatan Syaiful Anam di parpol itu,” kata Insiatun didampingi Ketua Panwaslu Juhari ditemui di kantornya Jalan Rajawali III, Selasa (24/4/2018).

Hasil klarifikasi itu diketahui bahwa Syaiful Anam sebagai anggota parpol di DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bangkalan, Madura.

“Dia memang tercatat di Daftar Calon Tetap (DCT) Pileg tahun 2014, tapi untuk memastikan itu sekali lagi masih melakukan klarifikasi dan mengkaji dalam mendapatkan bukti otentik, setelah rampung baru bisa menentukan sikap, kemungkinan besok ini diketahui,” ujar Insiatun.

Insiatun menegaskan, pihaknya tidak segan-segan indikasi sekecil apapun dalam menindaklanjuti pelanggaran penyelenggaraan pemilu. Meski, informasi berawal dari media sosial.

Hal ini dalam menegakkan aturan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS, dan KPPS dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Dalam pasal 36 huruf e, menyebutkan bahwa anggota PPK, PPS maupun KPPS tidak boleh aktif dalam parpol manapun paling singkat selama 5 tahun.

“Informasi awal dari manapun tetap ditindaklanjuti, paling tidak kita tahu apakah itu pelanggaran atau masuk administrasi,” ungkapnya.

Informasi yang dirangkum mediamadura.com, sebuah postingan di group WhatsApp, Ketua PPK Jrengik itu mengenakan seragam parpol berwarna merah. Sambil menunjukkan, dia sebagai peserta yang menghadiri konferensi cabang PDI-Perjuangan.

Saat ini, Syaiful Anam lolos dalam rekruetmen tenaga adhoc di Sampang dan menjabat sebagai Ketua PPK Jrengik.

Sementara itu, Syaiful Anam membenarkan dirinya memang pernah mencalonkan legislatif tahun 2014 melalui parpol PDI-Perjuangan Bangkalan. Namun, dirinya menceritakan saat itu pencalonannya bukan atas inisiatif sendiri melainkan dilamar oleh pengurus partai dengan alasan demi mendongkrak suara.

“Fotonya itu memang benar, saat itu mungkin dianggap sebagai salah satu tokoh pemuda makanya dilamar partai, tahun 2014 di parpol dan 2015 pindah domisili ke Sampang setelah menikah,” terangnya.

Syaiful mengatakan, saat rekrutmen tenaga adhoc dirinya sengaja tidak melampirkan bukti pengunduran diri dari parpol. Sebab, dia tak tahu jika namanya tercatat sebagai anggota partai.

Sayangnya, dalam pemanggilan Panwaslu tersebut dirinya tidak menyertakan bukti sanggahan hanya menyampaikan secara lisan.

“Sampai saat ini belum tahu kalau menjadi anggota atau kader parpol secara resmi, makanya waktu mendaftar PPK menandatangani jika bukan anggota partai,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.