Kuasa hukum keluarga korban Ja'farus Sodiq (berkacamata) dan aktifis Jaka Jatim Tamsul menemui Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto di Mapolres, Selasa (17/4/2018). (Ryan hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kuasa hukum keluarga korban pemerkosaan FN (9), Ja’farus Sodiq, mempertanyakan perkembangan kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak SD asal Desa Bire Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur kepada kepolisian setempat. Sebab, proses penanganan hukum dinilai lamban karena terlapor, Saman (50) belum ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Memang proses hukum kasus ini berjalan lambat, tapi kami sudah diberi penjelasan oleh penyidik tadi setelah menanyakan sejauh mana perkembangan laporan keluarga korban,” kata Ja’farus ditemui di Mapolres Sampang, Selasa (17/4).

Ja’farus menuturkan, pertemuannya dengan Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, menghasilkan sudah ada upaya dari penyidik untuk menangkap terlapor diduga pemerkosa FN. Polisi juga sudah melakukan penggerebekan dalam menangkap terlapor di beberapa tempat.

Bahkan, penyidik diminta segera melakukan gelar perkara untuk menetapkan Saman sebagai tersangka. Hal ini berdasarkan pasal 31 ayat 1 Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 tahun 2012 menyatakan bahwa tersangka yang telah dipanggil untuk pemeriksaan dalam rangka penyidikan perkara sampai tiga kali dan ternyata tidak jelas keberadaanya, maka dicatat dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Sejauh ini terlapor masih hilang keberadaanya, komitmen kami bersama adalah siapa pun yang menghalangi-halangi penyidikan dengan membawa kabur terlapor atau menyembunyikan akan diproses secara pidana juga,” tegasnya.

Peristiwa pemerkosaan terhadap FN ini terjadi pada awal April 2018 kemarin. Keluarga korban curiga bahwa FN sering mengeluh sakit sehingga dilakukan visum. Keluarga akhirnya melapor kasus tersebut ke Polres Sampang pada Sabtu (7/4/2018).

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, mengaku penyidikan kasus asusila anak dibawah umur terus dilakukan. Penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Kini, Saman diduga pelaku masih sebagai terlapor dan dalam waktu dekat dijadikan tersangka.

“Saat ini kita masih buru keberadaan pelakunya untuk menangkapnya, nunggu hasil visum dan gelar perkara kita tetapkan tersangka, hasil visum korban nanti dijadikan bukti penyidikan, termasuk psikologi,” tuturnya.

Hery menambahkan, pihaknya terus mendukung perkara kasus asusila di wilayahnya agar segera terselesaikan. Apalagi keluarga korban melalui kuasa hukumnya akan melaporkan ke Komisi Nasional Perlindungan Anak.

“Kita sama-sama mendukung kasus ini bisa cepat tuntas selesai, upaya penangkapan terlapor sudah dilakukan di dua tempat persembunyian yakni Surabaya dan Madura, kita upayakan mencari juga ditempat lain,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.