Pengunjung saat melihat tulisan berbahasa Jepang

Bangkalan, (Media Madura) – Salah satu makam keramat di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur adalah makam Raden Jakandar. Letaknya di Desa Ujung Piring, sekitar 2 kilometer setelah Pasarean Syaikhona Cholil di Desa Martajesah.

Raden Jakandar dijuluki “Syekh Magribi’. Rofiqi, 28 tahun, pemuda setempat cerita, dijuluki begitu karena konon tiap waktu Magrib tiba, pusaranya memancarkan cahaya.

Fauzi, seorang peziarah yang ditemui usai berdoa menuturkan konon makam syekh Magribi ditemukan orang buta. Lewat mata batinnya, orang tua buta itu kerap melihat cahaya di pesisir pantai Desa Ujung Piring.

Setelah ditengok oleh warga, ditemukanlah satu komplek pemakaman kuno dan salah satunya diyakini sebagai pusara Raden Jakandar yang juga disebut Sunan Bangkalan keturunan dari Kerajaan Pelajaran.

Di Kelilingi Bunker

Kuburan ini menarik tidak hanya karena sosok Raden Jakandarnya. Juga karena di sekeliling kompleks makam terdapat bunker peninggalan zaman penjajahan Jepang.

Kodim 0829 Bangkalan mencatat total ada 20 bunker. Tersebar di lahan seluas 1 hektar sekitar makam. Kondisi bunker banyak yang rusak. Dan pintu besinya raib.

Satu bunker, kondisinya masih utuh, terletak dekat pintu masuk makam. Hanya 50 meter dari tempat parkir. Tertutup rimbun perdu, pohon pisang dan rumput gajah. Dari jauh hanya tampak atap saja, seolah menyembul dari gundukan tanah.

Pintu masuk bunker disisi timur, baru terlihat setelah menyibak tanaman liar. Suasana gelap pekat, untuk masuk harus jongkok. Di langit-langit ada potongan besi tembus ke atas. Di satu dindingnya ada tulisan huruf Jepang.

“Bunker ini dulunya buat pembangkit listrik, pipa besi di atapnya itu berfungsi sebagai cerobong udara,” kata Teriyanto, seorang musafir yang bermukim di makam Raden Jakandar dan kerap menyepi dalam bunker itu.

Sekitar 500 meter dari bunker pertama, ada bunker lain, juga masih utuh. Bentuknya lebih besar, kemungkinan untuk penyimpanan senjata. Ada juga benteng, dengan lobang di tengahnya mengarah ke laut, diduga untuk lobang meriam.

Tak jauh dari benteng, ada bunker lain, kondisi hancur, hanya menyisakan fondasi saja, ada kubangan besar di tengahnya. Juga tampak lubang di dinding, seperti bekas tembakan. Menandakan pernah terjadi pertempuran sengit di situ.

Sayangnya, situs bersejarah ini tak terawat. Akses jalan ditumbuhi pohon liar. Padahal bunker situs penting, bisa dijadikan wisata edukasi sejarah perjuangan di Pulau Madura.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan