#ReturnTheKhilafah yang viral di medsos ada di depan Masjid Jamik Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Sebuah unggahan foto menampilkan hastag Return The Khilafah menjadi viral di jagad maya, khususnya grup-grup media sosial yang berbasis di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dalam foto itu nampak empat orang berbusana putih tengah memegangi banner bertuliskan #ReturnTheKhilafah, tepat di depan Masjid Jamik Sumenep. Foto tersebut pertama kali diposting oleh akun Fajar pada tanggal 14 April, sekitar pukul 05.08 WIB.

Diakun tersebut, postingan telah disukai 303 orang, dikomentari 33 akun dan 213 kali dibagikan. Salah satunya dibagikan di grup Facebook terbuka “Sumenep Baru” oleh akun Sofyan Iyan.

“Perlahan Namun Pasti

Menjadi Kesepakatan Nasional

Hingga Saatnya Menjadi Kekuatan Global

Dari Sumenep – Madura, Kota Seribu Pesantren

#KhilafahAjaranIslam #ReturnTheKhilafah,” begitulah caption pada postingan tersebut.

Sontak, grup yang dihuni mayoritas orang Madura itu ramai. Postingan kontroversial tersebut mendapatkan banyak sekali tanggapan di kolom komentar. Terakhir ada sekitar 351 komentar netizen, dan mayoritas berkomentar negatif.

“Return the khilafah, artinya kembalikan khilafah. Siapa yg pinjam dan dikembalikan kemana maksudnya,” tulis akun Imam Mulyadi.

“Mestinya ditindak oleh yg berwenang.. bukannya HTI sdh dilarang?,” kata akun Rosidi Bahri.

“Dari Sumenep-Madura, Kota Seribu Pesantren, Yang tidak ada satu pesantren pun yang mendukung khilafah,” timpal akun De Vawzi.

“Yg sering berkonflik dari dulu itu adalah negara2 islam.  Perang dimana mana.. Itu terjadi di negara2 islam.. Beberapa negara di timur tengah ingin ganti khilafah ke demokrasi.  Ini kok malah ingin merubah demokrasi ke khilafah,” tambah Didin El-Zie.

“Mau jual Khilafah sudah gak laku di Sumenep nyong, mending jual tahu tempe aja  kali laku keras,” dan “Khalifatus kampaan hahahah (Khalifatus berempat saja),” komentar Hadariadi Chadar dan Roes El Mahadma.

Hingga berita ini ditulis, jumlah warganet yang mengomentari postingan terus bertambah. Namun rata-rata meminta penegak hukum turun tangan, sebab terindikasi disebarkan oleh kelompok organisasi terlarang di Indonesia.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.