Kompol Sutarno saat pers rilis

Sumenep, (Media Madura) – Kutsi (39) dan Mohammad Akip (52), warga Dusun Kalompek, Desa Batu Putih Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kini hanya bisa bernafas dari balik jeruji besi. 

Itu setelah keduanya ditangkap atas kasus pembunuhan berencana terhadap Pak Haji atau H Abdurrahem (75), tetangganya sendiri. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing beberapa waktu lalu.

Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno menerangkan, modus operandi yang dilajukan tersangka adalah Kutsi dan Mohammad Akip lebih dulu melakukan perencanaan. 

Lalu Kutsi mencari orang yang bersedia untuk melakukan pembunuhan terhadap korban dengan imbalan sejumlah uang. Dan ternayata seseorang inisial S bersedia melakukan pembunuhan tersebut. 

“Pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2016, sekira pkl 19.30 WIB para pelaku melancarkan rencana jahatnya untuk membunuh H Abdurrahem saat korban pulang dari warung kopi,” ungkap Sutarno. 

Dalam kasus ini, Kutsi berperan otak sekaligus mengundang/menyuruh orang inisial S untuk melakukan pembunuhan. Mohammad Akip berperan ikut dalam perencanaan pembunuhan dan bertugas mengawasi saat berada di warung kopi. Sementara S yang saat ini masih buron bertindak sebagai ekskutor. 

“Setelah berhasil melakukan pembunuhan, Kutsi yang profesinya adalah guru ini memberikan uang sejumlah Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah) kepada inisial S sebagai imbalan,” bebernya.

Menurut Sutarno, motif dari pembunuhan tersebut adalah karna tersangka Kutsi meyakini korban merupakan pelaku santet terhadap ibunya yang meninggal secara tidak wajar. 

Dari kasus itu, polisi mengamankan 1 unit sepeda motor merk Suzuki RC 100 warna hitam Nopol M 5727 VK milik korban, baju muslim warna biru muda kondisi berlumuran darah, sarung motif kotak-kotak, warna putih kombinasi cokelat kondisi berlumuran darah, dan songkok/kopyah warna putih kondisi berlumuran darah.

“Para pelaku Pasal 340 KUHP yakni barang siapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan dan Pasal 55 ayat (1) ke 1e yang berbunyi orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan itu terancam hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun,” tukasnya. 

Reporter : Rosy

Tinggalkan Balasan