Petani tembakau

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta agar pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat menekan pihak pabrikan agar apada musim tembakau tahun 2018 ini bisa menyerap lebih banyak tembakau rakyat.

Dikatakan oleh anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Harun Suyitno, pada musim 2018 ini, perusahaan rokok akan menyerap tembakau lebih sedikit dari tahun lalu. Dengan begitu akan memicu hasil produksi tembakau petani melimpah, tapi permintaan sedikit.

“Kondisi inilah yang akan berpengaruh terhadap harga jual tembakau. Bahkan perusahaan rokok akan pilih-pilih dalam menyerap tembakau. Makanya pemerintah harus menekan pabrikan agar menyerap tembakau lebih banyak,” katanya, Jumat (14/4/2018).

Sementara Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari menjelaskan, dalam rangka persiapan musim tembakau, Pemkab Pamekasan melakukan berbagai upaya, mulai dari serap informasi kebutuhan tembakau, sosialisasi budidaya dan bantuan benih, pengaturan tataniaga tembakau, hingga pengawasan dan pemantauan pelaksanaan tataniaga tembakau.

”Kami berharap dapat memberikan manfaat yang baik buat para petani. Kami masih lakukan koordinasibdengan pihak pabrikan,” jelasnya.

Ia berharap, pihak pabrik bukan hanya menambah serapan kebutuhan trmbakau tahun ini, melainkan juga dapat memperluas kemitraan agar alih teknologi budi daya maupun penanganan pascapanen hasilnya sesuai kebutuhan.

Dari hasil rapat koordinasi tutur mantan Ketua DPRD Pamekasan itu, diketahui kebutuhan tembakau pada tahun ini. PT Djarum membutuhkan 6.000 ton tembakau, PT Gudang Garam 5.000 ton, PT Sadhana Arifnusa 1.500 ton dan PT Bentoel 1.500 ton. Kemudian PT Nojorono membutuhkan tembakau sebanyak 600 ton, PT Sukun 500 ton, dan PT Wismilak 250–500 ton.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan