Pamekasan – Komunikasi Sosial ( Komsos ) merupakan salah satu metode pembinaan teritorial, tujuannya terciptanya hubungan komunikasi dua arah antara Babinsa dengan warganya.

Selain itu, Komsos juga sebagai wahana silaturahmi untuk saling bertukar pikiran, memberi, mengisi serta meningkatkan peran Binter, sehingga keberadaan insan teritorial memberikan makna yang positif tersendiri di lingkungan masyarakat sekelilingnya.

Seperti halnya kegiatan yang dilakukan oleh Babinsa Desa Rekerek. Koramil 0826/08 Palengaan melaksanakan Komunikasi Sosial di rumah ibu Mutiah salah satu warga binaan di Dusun Rekerek Laok 1, Desa Rekkerek Kecamatan Palengaan, yang berprofesi sebagai pembuat keripik tette

Komunikasi Sosial ini merupakan tugas rutin yang dilaksanakan Babinsa untuk mengetahui perkembangan wilayah di desa binaan dan akan lebih mempererat hubungan antara TNI dan Rakyat,” kata Serda M Adi

“Dalam kegiatan kali ini, kami melaksanakan komsos bersama ibu Mutiah yang berprofesi sebagai pembuat keripik tette. Disamping melaksanakan tugas, sambil ikut belajar membuat keripik tette,” terangnya

Di setiap daerah di Indonesia, pasti memiliki berbagai produk makanan yang menjadi ciri khas. Seperti di Pamekasan, terkenal dengan makanan ringan ‘keripik tette’.

Keripik tette merupakan keripik yang berbahan baku singkong di mana pembuatannya dengan cara ditumbuk hingga menjadi pipih. Keripik tette ini sudah menjadi ciri khas kota Pamekasan, dan mulai dikenal sejak berpuluh tahun silam.

“Keripik tette ini menjadi ciri khas Pamekasan karena selain rasanya unik, pembuatannya pun berbeda dengan keripik singkong yang ada di pasaran,” jelasnya

Mutiah menjelaskan, proses pembuatan keripik tette cukuplah mudah, singkong dari hasil kebun dikupas, dibersihkan dan direbus terlebih dahulu. Kemudian diiris-iris memanjang dan diletakkan di atas batu untuk proses penggepengan. Singkong ditumbuk dengan batu hingga berbentuk lembaran-lembaran. Hasil penggepengan kemudian dijemur hingga kering. Jika tidak mendung, proses penjemuran bisa berlangsung hanya dalam satu hari.

Setelah kering, hasil olahan keripik tette ini bisa langsung di goreng dan dimakan dengan sambel petis atau kacang.

“Selama ini, kami membuat keripik tette untuk menambah kebutuhan keluarga, dalam sehari bisa menghasilkan 1000 lembar keripik. Untuk penjualannya di setorkan ke penjual kripik di Pasar Pamekasan,” ungkapnya.

Rilis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.