Dr KH Kholikurrahman, kala menjabat Bupati Pamekasan melakukan peninjauan tata niaga tembakau di salah satu pabrikan.

Pamekasan, (Media Madura) – KH Kholilurrahman saat menjabat sebagai Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur sukses nasib petani tembakau. Saat itu Petani tembakau merasakan hasilnya karena mereka merasakan keuntungan.

Saat itu Kholilurrahman getol memperjuangkan nasib petani di Pamekasan. Terutama nasib petani tembakau. Bahkan Kholil mengatakan, ada strategi khusus yang dilakukan agar petani tembakau nasibnya bisa terangkat.

“Ada strategi khusus, strategi itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum memasuki masa tanam tembakau,” katanya, Jumat (7/4/2018).

Rahasianya tambah Mantan Anggota DPR RI itu, pertama pemerintah melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan tembakau di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk mengetahui jumlah serapan tembakau pada musim panen. Dengan demikian, jumlah lahan yang akan ditanami bisa sesuai dengan kebutuhan pabrikan.

Kedua, pemerintah kemudian melakukan sosialisasi kepada petani tembakau terkait besaran tembakau yang dibutuhkan pabrikan. Selain itu, sosialisasi berisi tentang awal mulainya tanam dan akhir panen setelah berkoordinasi dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika.

Ketiga, melakukan pendampingan kepada petani tentang jenis benih dan bibit yang pas dengan tanah dan cuaca di Madura, serta sesuai dengan kebutuhan pabrik. Seluruh penyuluh pertanian dan perkebunan dikerahkan mendampingi petani.

Keempat, mengundang perwakilan pabrik tembakau yang ada di Pamekasan untuk mengetahui buka tutup gudang. Sehingga petani tahu kapan waktunya memanen tembakau dan menjual tembakaunya.

Kelima, melakukan pemantauan ke gudang-gudang tembakau saat pembelian tembakau oleh pabrikan. Hal ini dalam rangka untuk meminimalisir adanya kecurangan pengambilan sampel tembakau di luar ketentuan yang sudah diatur di dalam tata niaga tembakau.

Keenam, jika masih ada tembakau petani yang belum terserap, pemerintah melakukan negosiasi lagi kepada pengusaha agar memperpanjang masa pembelian tembakau. Usaha ini berhasil dilakukan Kiai Kholil sehingga semua petani bisa menjual tembakaunya sampai habis.

Samsuri, salah satu petani tembakau asal Desa Seddur, Kecamatan Pakong mengakui jika nasib petani tembakau di masa Kiai Kholil menjabat betul-betul terangkat. Petani tembakau sejahtera karena dikawal tuntas.

“Kalau K Kholil dulu mengawal tembakau, sampai daun solang laku dengan harga mahal ke gudang,” kata Samsuri.

Reporter: Rifqi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.