Bayi yang lahir tanpa lubang anus ini butuh bantuan tuan para dermawan maupun pemerintah setempat. Sekarang bayi ini dirawat di RSUD Pamekasan dengan kondisi yang memprihatinkan

Pamekasan, (Media Madura) – Cobaan pasangan suami istri Abdurrahman (39) dengan Suhatiyah (26) cukup berat. Anak kedua mereka berjenis kelamin Laki-laki yang baru berusia lima hari lahir tanpa lubang anus.

Akibatnya, bayi malang ini harus menjalani serangkaian operasi untuk dibuatkan lubang anus sementara dari perutnya.

Keluarga kurang mampu ini tinggal di rumah sederhana di Dusun Koberung, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan.

Saat ditemui di RSUD Slamet Martodirjo tempat bayi laki-lakinya itu di rawat, Jumat (6/4/2018), Abdurrahman nampak tidak kuat menahan kesedihan melihat kondisi dari anak keduanya tersebut.

Ayah dari bayi malang tersebut menceritakan, anak keduanya ini lahir pada Minggu (1/4) di Rumah Sakit Larasati dengan cara operasi.

“Sempat dirawat di RS Larasati selama dua hari, namun kami bawa pulang karena tidak punya biaya, karena kondisinya semakin parah kami bawa lagi ke rumah sakit umum dibantu Pak Kades,” ucap Abdurrahman, Jumat.

Kondisi bayi yang lahir tanpa lubang anus sangat memperhatikan dan sekarang dirawat di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan

“Kami tidak tega melihat kondisi putra saya yang kondisinya semakin parah, saat ini perutnya mulai membesar hingga mengeluarkan darah dari alat kelaminnya, karena sewaktu lahir ia tidak mempunyai lubang anus untuk buang air besar (BAB),” terangnya sambil meneteskan air matanya.

Laki-laki yang hanya bekerja sebagai buruh garam di sebuah perusahaan yang ada di Pamekasan mengaku sangat bingung, karena dokter menyarankan agar putranya dibawa ke RSUD Suetomo Surabaya untuk segera dilakukan operasi pembuatan lubang anus.

Namun, dirinya mengaku tidak punya biaya untuk melakukan operasi yang jumlahnya ditaksir lumayan besar, ditambah biaya hidup selama ada di Surabaya.

“Jangankan buat operasi serta biaya hidup selama di sana, buat beli garam dapur saja saya tidak punya mas,” ucapnya terbata-bata.

“Pekerjaan saya yang hanya menjadi buruh di sebuah pabrik garam setiap harinya hanya mendapatkan upah Rp 15 ribu atau 10 ribu, kadang juga satu hari tidak mendapatkan apa-apa. Beruntung biaya selama di sini dan biaya persalinan isteri saya dibantu oleh Pak Kades dengan dibuatkan kartu BPJS,” ungkapnya.

Dirinya sangat berharap ada uluran tangan dari para dermawan maupun pemerintah setempat untuk bisa meringankan beban hidup yang saat ini ia pikul.

“Semoga saja ada bantuan dari pemerintah atau donatur untuk kesembuhan putra saya ini,” harapnya dengan mata sambil berkaca-kaca karena tidak kuat menahan kesedihan.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Jarin H. Muzakki berharap, bayi dari warganya tersebut secepatnya bisa dibawa ke RSUD Soetomo Surabaya, supaya segera dilakukan operasi pembuatan lubang anus, bahkan dirinya mengaku siap menanggung semua biaya hidup keluarga selama ada di Surabaya.

“Kami berharap bayi dari warga saya ini untuk secepatnya dibawa ke Surabaya agar cepat mendapatkan perawatan,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan