Sumenep, (Media Madura) – Pagi-pagi sekali, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah kedatangan tamu. Bahkan saat belum ada anggota dewan yang datang. 

Tapi ini bukan tamu biasa, melainkan tamu tersebut adalah mahasiswa yang melakukan aksi demontrasi. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS).

Mulai pukul 08.00 WIB, mereka sudah berorasi di depan gedung dewan dengan dijaga ketat aparat Kepolisian. Sejumlah isu mereka bawa dan dijadikan tuntutan. 

Diantaranya, mereka kembali minta klarifikasi terkait tidak tuntasnya pembahasan Raperda pada tahun 2017. Versi mahasiswa ada belasan Raperda yang molor pembahasannya hingga detik ini. 

Selain itu, mereka juga menagih janji Komisi II DPRD yang akan mengusut tuntas indikasi neporisne di Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS) Bhakti Sumekar. 

“Dan yang penting juga, kami kesini ingin mendesak MKD mengusut indikasi Kunker fiktif, yaitu kunker yang diwakilkan ke orang lain,” kata Korlap Aksi, Sutrisno. 

Pantauan mediamadura.com, selain berorasi bergantian, mahasiswa juga membentangkan poster yang bertuliskan ‘DPRD Gagal Tuntaskan Raperda 2017’, ‘Usut Tuntas Nepotisme Vank BPRS’ dan ‘Kunker Fiktif Bukti DPRD tidak Terhormat’. 

“Kami juga siapkan nisan kuburan, jika sampai hari ini kami tidak ditemui kembali seperti aksi kemarin. Maka nisan ini menjadi simbol matinya hati nurani wakil rakyat kita,” tegasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.