Ilustrasi

Samoang, (Media Madura) – Kepala Satpol PP Kabupaten Sampang Hadi Kusno melalui Kasi penyidik dan penindakan Moh Jalil, mengungkapkan keberadaan rumah kos tersebar di enam kelurahan dan satu desa di wilayahnya memiliki tingkat kerawanan yang relatif tinggi terjadinya praktek prostitusi. Kamis (29/3/2018).

“Rumah kos yang terindikasi tempat praktek prostitusi terutama di Desa Taddan dan sekitar terminal Sampang,” kata Moh Jalil.

Dirinya menuturkan, pernyataan ini berdasarkan hasil dilakukannya razia atau penggrebekan Satpol PP Sampang selama tahun 2017, terdapat ada tujuh orang yang diduga kuat sebagai mucikari.

“Mereka berbuat asusila, empat orang sudah dilakukan proses pembinaan dan tiga orang diproses di pengadilan setempat,” ujarnya.

Kata Jalil, meski marak praktek prostitusi di Sampang hingga saat ini belum melakukan pendeteksian dini karena untuk mengetahui adanya praktek prostitusi berdasarkan laporan warga setempat. Namun, pihaknya tetap rutin melakukan operasi dan pengawasan di sejumlah titik yang terindikasi rawan terjadinya praktek prostitusi.

Dengan demikian, pihaknya berjanji akan terus mengupayakan meningkatkan operasi rutin agar praktek prostitusi di sejumlah wilayah utama di kawasan rumah kos bisa terus diminimalisir. Hal itu untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan