Pamekasan, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan membrikan batas waktu selama 10 hari dalam melakukan pengecekan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pelaksanaan pilkada mendatang.

Perbaikan DPS untuk Pilkada serentak yang dijadwalkan digelar Rabu (27/6/2018) mendatang itu yakni meliputi pemilihan bupati dan wakil bupati Pamekasan, maupun pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Terhitung mulai Sabtu (24/3/2018) lalu dan akan berakhir hingga Senin (2/4/2018) besok.

Pengecekan DPS tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara, yakni dengan mendatangi balai desa atau kelurahan, sekretariat RT/RW dan tempat yang telah disediakan oleh KPU. Atau bisa melalui website KPU Pusat seputar info pemilu di situs http://infopemilu.kpu.go.id.

Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah,
mengajak seluruh pihak agar bersama-sama menyampaikan masukan ataupun tanggapan yang berhubungan dengan pengecekan DPS yang telah diumumkan dan warga yang belum terdata agar segera melaporkan kepada petugas KPU di tingkat desa.

“Jika ada beberapa hal yang belum dipahami ataupun masukan dan tanggapan, silahkan untuk langsung menghubungi PPS (Panitia Pemungutan Suara) masing-masing berdasar daerah dan wilayah pemilihan. Baik berupa perbaikan data pemilih, pemilih baru ataupun pemilih yang tidak memenuhi syarat,” katanta kepada wartawan.

Perbaikan tersebut, kata Hamzah, bisa dilakukan melalui PPS di masing-masing desa yang tersebar di 13 kecamatan, yakni dengan mengisi formulir A.1.A-KWK, lampiran foto copy KTP Elektronik atau suket, lalu berkas tersebut diserahkan kepada PPS di desanya masing-masing.

“Jadi silahkan cek data anda ataupun keluarga anda, jika belum (masuk DPS) bisa langsung menghubungi PPS setempat yang tersebar di seluruh desa,” pintanya.

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan berbagai tahapan yang berhubungan dengan pelaksanaan pilkada serentak, termasuk memastikan seluruh warga yang sudah bisa memilih agar masuk dalam DPS. Tetapi apabila masih ada warga yang belum masuk DPS maka bisa dilaporkan kepada petugas setempat.

Dikatakan Hamzah, pihaknya berharap semua tahapan berjalan dengan baik, bahkan KPU Pamekasan telah melakukan Bimbingan Teknik (Bimtek) pemutakhiran data pemilih bagi petugas pendataan calon pemilih agar bisa melakukan proses verifikasi secara faktual dan profesional untuk momentum pilkada serentak yang digelar di Auditorium PKP RI Jl Kemuning, Selasa (16/1/2018) lalu.

Bimtek tersebut dilakukan sebagai upaya petugas pendataan bisa mendata para calon pemilih dan nantinya bisa benar-benar terupdate dengan baik dan benar.
Diharapkan dengan sejumlah proses tersebut pendataan calon pemilih bisa dilakukan dengan valid, sehingga tidak ada warga Pamekasan yang gagal menggunakan hak suaranya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari KPU RI, Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) warga Pamekasan tercatat sebanyak 615.594. Jumlah itu terdiri dari 297.615 calon pemilih laki-laki dan 317.979 pemilih perempuan. Sementara calon pemilih pemula tercatat sebanyak 56.340 orang, terdiri dari 28.815 calon pemilih laki-laki dan 27.525 calon pemilih perempuan.

Jumlah DP4 tersebut jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan DPT pada pilpres lalu, di mana jumlah DPT Pamekasan 680.728 orang dengan rincian 330.308 pemilih laki-laki dan 350.420 pemilih perempuan.

Semmentara itu, berdasar hasil rekapitulasi DPS Pilkada 2018 yang dilakukan KPU Pamekasan, sejak Rabu (14/3/2018) lalu. Tercatat jumlah total sebanyak 682.136 orang terdaftar dalam DPS, meliputi 328.898 pemilih laki-laki dan sebanyak 353.238 pemilih perempuan.

Jumlah tersebut merupkan hasil rekapitulasi sementara berdasar rekap petugas yang tersebar di 189 desa dan kelurahan di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Mereka berpeluang untuk menyalurkan hak dan suaranya di 1.579 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hanya saja terdapat sebanyak 33.093 warga Pamekasan yang noatebene calon pemilih pada pelaksanaan pilkada serentak, tercatat belum melengkapi persyaratan sebagai pemilih karena belum memiliki E-KTP. Jumlah tersebut meliputi 16.816 pemilih laki-laki dan sebanyak 16.277 pemilih perempuan.

Pasca dilakukan validasi tingkat kabupaten, nantinya jumlah DPS akan dikembalikan lagi ke PPS. Sebab proses penetapan DP4 juga diatur dalam PKPU Tahun 2017.

Penulis : Ist
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan