Pasangan calon Bupati-calon Wakil Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah).

Pamekasan, (Media Madura) – Calon Bupati Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH Kholilurrahman menyatakan guru ngaji harus diperhatikan, dengan cara memberikan tunjangan insentif.

Sebab, menurutnya, para nguru ngaji dianggap memiliki kontribusi besar dalam memberikan pengetahuan dalam ilmu agama, utamanya, dalam membaca Al-quran.

“Anak-anak tidak langsung bisa membaca Al-quran jika tidak belajar, makanya program pemberian insentif kepada para guru ngaji tradisional akan diperhatikan,” katanya, Rabu (28/3/2018).

“Remaja tidak hanya membutuhkan pendidikan formal akan tetapi juga membutuhkan pendidikan non formal. Termasuk di dalamnya adalah ilmu agama,” sambungnya.

Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, di periode yang akan datang jika dirinya ditakdirkan kembali memimpin kabupaten berslogan Gerbang Salam, akan memajukan sektor pendidikan dan sudah menjadi salah satu visi dan misi paslon Kholifah pada pilkada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“Visi-misi itu bertujuan untuk menciptakan masyarakat Pamekasan yang cerdas, terampil, dan terdidik berlandaskan iman dan takwa kepada Allah SWT,” tuturnya.

Pada pilkada tahun 2018, paslon Kholifah diusung oleh empat Partai Politik (Parpol), yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan nomor urut dua 2.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan