Sumenep, (Media Madura) – Presiden Joko Wododo memang belum mendatangani Keputusan Presiden (Kepres) berkaitan dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018, tetapi perkiraan ongkos haji sudah bisa diprediksi. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Kasi Haji dan Umroh mengatakan, bahwa ongkos haji tahun ini hampir pasti mengalami sedikit kenaikan dari tahun lalu. 

“Keputusan besaran BPIH memang belum ada, tetapi yang beredar adalah BPIH dipukul rata, Insyaallah sedikit mengalami kenaikan,” ujar A. Rifa’i Hasyim, Kamis (22/3/2018).

Ia menjelaskan, kenaikan BPIH berada di kisaran Rp. 342 ribu di semua embarkasi. Jadi, jika tahun lalu BPIH Embarkasi Surabaya sebesar Rp 35.666.250, maka tinggal menambah 342.000.

“Perkiraannya seperti itu mas, penambahannya rata disemua embarkasi. Insyaallah Kepres nya tidak akan jauh beda dari itu,” jelasnya. 

Sementara untuk jadwal pelunasan BPIH reguler 2018, Rifa’i menerangkan, pemerintah membagi ke dalam dua tahap. Namun, semua itu masih menunggu Kepres ditanda tangani Presiden. 

“Bocoran yang saya terima, pelunatahan dua tahap, tahap pertama akan dibuka 3-20 April 2018 atau 14 hari kerja. Sedangkan tahap kedua dibuka 8-19 Mei 2018 sembilan hari kerja,” pungkasnya. 

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan