Pamekasan, (Media Madura) – Ditengah maraknya upaya disintegrasi bangsa yang saat ini mulai mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Atiqullah mengajak seluruh kadernya untuk terlibat dalam gerakan membangun harmoni dan menjaga keberagaman.

Pria yang saat ini aktif menjadi dosen di STAIN Pamekasan ini menguraikan, membangun harmoni dalam masyarakat berbangsa, bernegara dan beragama adalah wajib hukumnya dalam rangka menjaga keutuhan negara kesetuan republik Indonesia (NKRI).

“Membangun harmoni dalam masyarakat berbangsa bernegara dan beragama adalah wajib hukumnya untuk menjaga keutuhan NKRI ini lebih-lebih masyarakat Madura yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kearifan sosialnya yang guyub dan bersahaja selama ini,” katanya dalam sambutannya di acara dialog kebhinnekaan salam rangka musyawarah pimpinan cabang PMII Pamekasan dengan tema “Suara Damai untuk Indonesia” yang digelar di aula pendopo Ronggoaukowati. Minggu (11/03/2018) pagi.

Dikatakan, dalam sebuah teori sosial struktural yang bisa diimplementasikan dalam membangun Harmoni dan perubahan masyarakat yang lebih baik di mana tatanan sosial dan perilaku sosial senantiasa seimbang di dalam memainkan peran sehingga tidak berjalan pincang satu sama lain dan saling membutuhkan secara dialektik.

“Teori strukturasi ini sesungguhnya harus dipahami masuk pada isu-isu sentral dalam masyarakat kita seperti peran teknologi kekuasaan dan politik serta sentralitas ruang dan waktu dalam asumsi teori sosial strukturasi ini misalnya kekuasaan sebagai struktural dominan harus muncul dari keinginan sadar dari pelaku dalam memfiksasi tindakannya untuk orang lain,” ulasnya.

Starlet dalam masyarakat pluralis dewasa ini, kata Atiq sapaan akrabnya, peran masyarakat pergerakan sebagai bagian dari agen atau pelaku sosial cukup besar andilnya yakni mengontrol, mengajak dan paling penting memberikan contoh yang baik bagi keberlangsungan dalam masyarakat kebhinekaan yang dinamis.

“Dan mencipta harmoni yang lebih baik di masa-masa mendatang yaitu sebagai sumber daya sosial bersama-sama oemerintah dan pelaku sosial lainnya, para tokoh dan masyarakat pedesaan untuk menuju peradaban masyarakat yang lebih maju, lebih guyub dan Bersatu,” pungkasnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh lintas agama dan organisasi keagamaan ini mengahdirkan dua Calon Bupati Pamekasan yakni Baddrut Tamam dan Kholilurrahman sebagai pembicara. Hingga berita ini ditulis dialog kebhinnekaan ini masih berlangsung.

Reporter : Zubaidi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.