Pelapor dimintai keterangan oleh penyidik di ruang Kanit I Pidum Satreskrim Polres Sampang, Selasa (6/3/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Oknum wartawan media online di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berinisial AR, dilaporkan ke polisi, Selasa (6/3/2018).

AR dilaporkan Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemkab Sampang terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, mengatakan AR dilaporkan oleh Marnilem seorang Camat Jrengik karena mencatut namanya dalam pemberitaan terkait pelaksanaan proyek diduga fiktif hibah dari Pemprov Jatim.

“Dalam waktu dekat kita akan segera memanggil terlapor AR karena memberitakan sesuatu hal yang tidak benar dan membuat perbuatan tidak menyenangkan di media online inisial ‘J’, laporan ini adanya tindak pidana berhubungan dengan UU ITE,” kata Hery, Selasa (6/3/2018).

Saat ini, penyidik masih memeriksa pelapor dan beberapa saksi guna diminta keterangan dan menunggu gelar perkara unsur-unsur pasal yang akan dikenakan kepada terlapor.

Dalam laporan Marnilem, lanjut Hery, beberapa bukti dilampirkan salah satunya seperti link pemberitaan media online J, serta screenshot berita.

“Kita akan pelajari maksud dan tujuan terlapor memberitakan pelapor ini, jadi yang diberatkan pelapor adalah tidak konfirmasi dan merasa pelapor dirugikan sebagai pejabat,” terangnya.

Di tempat yang sama, Marnilem mengaku dirugikan atas pemberitaan terlapor yang telah memposting beberapa berita bohong tentang dirinya. Diantaranya, dianggap sebagai Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Angkasa Putih, memanfaatkan proyek diduga fiktif yang bersumber dari dana hibah Pemprov Jatim, dan memanfaatkan jabatannya sebagai Camat Jrengik.

“Saya ini ASN yang menjabat sebagai Camat, tidak terima dan dirugikan makanya menempuh jalur hukum, apalagi berita itu sepihak tanpa ada konfirmasi dan AR seolah-olah berusaha konfirmasi melalui telepone, tapi di HP saya tidak ada bekas panggilan tak terjawab,” tutur Marnilem didampingi kuasa hukum Arman Saputra.

Ditambahkan Arman, pihaknya melaporkan terlapor dengan pasal 45 UU ITE jo pasal 310 dan pasal 311 KUHP tentang berita bohong, pencemaran nama baik, dan fitnah.

Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan hak untuk melaporkan ke Dewan Pers sesuai UU Nomor 40 tentang Pers.

“Insya Allah hari Kamis (8/3) besok ke Dewan Pers melaporkan pelanggaran kode etik, kita tetap tempuh dua jalur soal UU ITE dan UU Pers,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.