Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Inflasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada bulan Februari 2018 rendah, yaitu sebesar 0,08 persen.

Inflasi tersebut lebih rendah dari Jawa Timur sebesar 0,16 persen, dan nasional yang juga mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman, Selasa (6/3/2018).

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,04 persen, diikuti oleh kelompok sandang sebesar 0,47 persen.

Lalu kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

“Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,53 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi sebesar 0,02 persen,” jelasnya.

Adapun komoditas utama yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi Sumenep bulan Februari 2018 yaitu beras, bawang putih dan pecel.

“Kemudian komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya deflasi ialah telur ayam ras, daging sapi dan udang basah,” paparnya.

Lebih jauh Syaiful Rahman menerangkan, laju inflasi kumulatif Kabupaten Sumeneo pada bulan Februari 2018 mencapai 0,72 persen, angka ini lebih rendah dibanding Jawa Timur sebesar 0,77 persen dan Nasional 0,79 persen.

“Laju inflasi year on year Sumenep di bulan Februari 2018 mencapai 2,79 persen, angka ini lebih rendah dibanding Jawa Timur sebesar 3,01 persen dan Nasional 3,18 persen,” tutupnya.

Reporter : Rosy

Tinggalkan Balasan