Pelaku investasi bodong tidak ditahan polisi

Sumenep, (Media Madura) – Pelaku dugaan penipuan berkedok investasi sembako, Nia Ekawati (25), warga Desa Pandian, Jalan Teuku Umar gang III, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak ditahan polisi.

Padahal, para korban merasa tidak puas dengan jawaban pelaku saat dilakukan mediasi di Mapolres setempat, bahkan mereka menginginkan dilanjutkan dengan proses humum.

“Ya, kami hanya memediasi antara pelaku dengan korban. Selama ini kan korban masih menginginkan uangnya kembali. Tapi kalau memang korban mau melaporkan, kami siap menerima dan menindaklanjutinya,” ujar Kapolsek Kota, AKP Widiarti, Kamis (1/3/2018).

Ia mengungkapkan, agar pihaknya bisa melakukan proses hukum, tidak harus semua korban yang melaporkan ke polisi, cukup ada satu atau dua korban sebagai perwakilan.

“Masalahnya saat ini kan belum ada korban yang melaporkan kasus tersebut. Jadi kami tidak bisa melakukan apa-apa selain memediasi, termasuk menahan pelaku,” terangnya.

Saat mediasi, pelaku berjanji akan membayar uang yang telah diterima dari para korban, meski dengan cara mencicilnya. Bahkan, pelaku mengaku akan bekerja keluar negeri untuk melunasi uang tersebut. 

“Saya akan mengganti. Saya akan bekerja keluar negeri sebagai tenaga kerja,” ujar Nia singkat.

Seperti diberitakan, Nia diduga telah menipu para tetangganya dengan modus investasi. Tidak tanggung-tanggung, berdasar pengakuan sejumlah korban, nilai uang dari para korban yang kini dibawa kabur pelaku nilainya cukup fantastis, yakni mencapai Rp 2 miliar.

Salah satu korban, Rika yang juga seorang istri polisi menuturkan, semua bermula saat dirinya didatangi pelaku dan menawarkan sembako berupa beras dan minyak goreng, namun harus melalui investasi terlebih dahulu.

“Pelaku menawarkan sembako dengan harga yang jauh lebih murah dengan yang dijual ditoko. Tapi sistem order duluan atau investasi dulu baru barang dikirim setelah berapa hari kemudian,” ujanya.

Menurut Bhayangkari yang masih tetangga pelaku ini juga, tawaran begitu meyakinkan lantaranpertama dirinya investasi Rp. 15 juta, barang berupa beras kemasan 10 kg dan 25 kg termasuk minyak goreng dia terima sesuai orderan.

“Pertamanya saya order dengan investasi Rp. 15 juta dia bisa nepati mas , dengan jenis barang berupa beras Ikan Paus dan Lumba-lumba, termasuk minyak goreng kemasan 2 liter,” ungkapnya.

Karena terbukti, akhirnya ia kembali menambah nilai investasinya sebesar Rp. 35 juta, tepatnya pada bulan November. Tapi sampai akhir Desember barangnya justru tak kunjung datang.

“Bahkan sampai Januari 2018 sekarang ini barang tidak datang, dan ternyata pelaku sudah menghilang,” ujarnya sedih.

Yang juga mengaku menjadi korban penipuan modus investasi tersebut ternyata tidak hanya Rika, melainkan juga salah satu Bu RT di Desa pandian. Katanya, ia terpengaruh hingga harus merogoh kocek yang lumayan besar, sekitar Rp. 50 juta lebih.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan