Presiden Madura United, Achsanul Qosasi berdiskusi dengan pelatih anyar, Milomir Seslija saat latihan di SGB, Kamis (1/3/2018)

Media Madura – Presiden Madura United, Achsanul Qosasi hadir dalam sesi latihan Laskar Sape Kerrab yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Kehadiran AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi, tiada lain selain ingin menyaksikan langsung suasana latihan Slamet Nurcahyo dkk. setelah untuk kali pertama dipimpin pelatih baru, Milomir Seslija.

AQ menilai kebaradaan Milo sapaan akrab Milomir Seslija cukup memberi dampak positif kendati baru menakhodai Madura United, tepatnya di awal Maret.

“Kalau saya lihat tadi (kemarin.red) cara latihan mereka, tertawa dan senang,” kata AQ di SGB, Kamis kemarin.

“Hal-hal seperti itu mungkin sudah harus dilakukan untuk memulihkan stamina (pemain) yang begitu drop dan ketegangan, sehingga ada relaksasi di antara pemain dan ini terjadi tadi sore. Saya menyukai hal itu,” kata AQ.

AQ mengungkapkan alasan Madura United akhirnya merekrut Milo sebagai pengganti Gomes De Oliviera yang mengundurkan diri. AQ yakin Milo adalah sosok tepat untuk menempati posisi pelatih di timnya.

“Sebenarnya saya hanya ingin pelatih yang sudah pernah melatih di Indonesia sehingga pemilihan (jatuh kepada) Milo,” ujarnya.

Ternyata, selain Milo, terdapat sejumlah nama yang sempat dipertimbangkan manajemen klub untuk menjadi pelatih tim kebanggaan warga Pulau Garam.

“Waktu itu ada dua pilihan, Milo dan Dejan. Sehingga saya berdiskusi kepada banyak teman bertanya tentang dua pelatih ini, banyak yang mengusulkan ke saya adalah Milo, sehingga kita putuskan untuk Milo,” jelasnya.

AQ mengaku, banyak hal yang didiskusikan dengan Milo, utamanya mengenai karakter Madura United itu sendiri.

“Saya sudah berbicara kepada Milo, mungkin satu jam saya diskusi dengan Milo bagaimana karakter Madura baik permainan, pemain maupun suporter. Saya juga sampaikan kepada Milo agar Milo memahami karena kita juga tidak punya banyak waktu lagi, tinggal 10 hari,” ungkap AQ.

10 hari yang dimaksud, adalah persiapan bertarung di kompetisi Liga 1. “Dan, saya sampaikan tadi kepada pemain, rasanya dalam 10 hari kayanya bisa segera beradaptasi,” paparnya.

AQ menambahkan, terkait keputusan Gomes mengundurkan diri, jujur bagi dirinya itu adalah keputusan yang berat.

“Keputusan yang tidak mudah. Pengambilan keputusan adalah harapan dan risiko. Saya ingin memelihara harapan dan saya tidak ingin memelihara risiko,” tutup AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan