Salah satu siswa MAN 2 Pamekasan saat disuntik vaksin difteri yang dilakukan puskesmas Pademawu, Jumat (23/2/2018).

Pamekasan, (Media Madura) – Ratusan siswa di MAN 2 Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menolak diberikan imunisasi difteri dengan alasan trauma, Jumat (23/2/2018).

Para siswa trauma dengan kejadian yang dialami puluhan santri Ponpes Al-Falah Kecamatan Kadur beberapa waktu lalu. Setelah disuntik vaksin difteri, puluhan santri terkapar hingga dilarikan ke puskesmas terdekat, bahkan sebagian dirujuk ke RSUD Pamekasan.

Saat imunisasi difteri akan dilaksanakan oleh pihak Puskesmas Pademawu di MAN 2 Pamekasan tadi pagi, sebanyak 288 siswa kompak menolak. Penolakan tidak hanya dilakukan siswa, para orangtua siswa pun juga ikut menolak.

“Memang ada 288 siswa kami dan sejumlah orangtua siswa yang menolak putra putrinya untuk dilakukan suntik difteri, alasannya karena beberapa waktu lalu sempat viral puluhan siswa di sekolah yang ada di Kabupaten Pamekasan dilarikan ke rumah sakit usai putra-putrinya disuntik vaksin difteri di sekolahnya,” kata Kepala Sekolah MAN 2 Kabupaten Pamekasan, No’man Afandi, Jumat.

Kepala Sekolah MAN 2 Kabupaten Pamekasan, No’man Afandi

Afandi mengungkapkan, bila pihaknya tidak memaksa siswanya yang menolak untuk disuntik vaksin difteri. Namun, menurutnya, tidak semua siswa di lembaganya menolak pemberian vaksin difteri. Tercatat, sebanyak 689 siswa telah diberi vaksin difteri oleh petugas puskesmas.

“Ada 689 siswa yang mau dan sudah selesai di lakukan suntik difteri. Sebenarnya kami sangat mendukung program pemerintah ini, karena program ini sangatlah baik untuk kesehatan para siswa, tapi mau gimana lagi kalau mereka sudah menolak ya kami tidak bisa memaksanya,” tambahnya.

Semantara itu, Dr. Muzayyanah dari Puskesmas Pademawu membenarkan adanya ratusan siswa MAN 2 menolak disuntik vaksin difteri.

“Kami sudah melakukan pengarahan dan penjelasan kepada siswa yang trauma akan kejadian beberapa waktu lalu, kalau sebenarnya vaksin ini baik dan tidak berbahaya,” terangnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.