Kajari Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi

Sumenep, (Media Madura) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kembali memanggil Bupati dan Wakil Bupati Sumenep dalam kasus dugaan korupsi PT Wira Usaha Sumekar (WUS).

Kedua pejabat tertinggi di Sumenep itu dipanggil berstatus saksi dari kasus yang telah menyeret dua tersangka, yakni Yakni mantan Direktur Utama PT WUS, Sitrul Arsyi Musa’ie, dan mantan Kepala Divisi Keuangan dan Administrasi, Taufadi.

Menurut Kajari Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi, proses hukum dua mantan petinggi PT WUS itu saat ini sudah memasuki tahap persidangan. Untuk tersangka Sitrul, sudah memasuki tahap pemberian saksi. Sementara, untuk Taufadi baru pembacaan dakwaan.

“Untuk perkara PT WUS, tersangka Sitrul sudah tahap pemberian saksi. Untuk Taufadi baru masuk pembacaan dakwaan,” tutur Bambang Panca Wahyudi Hariadi.

Dijelaskan, dalam persidangan tersebut, semua saksi yang sebelumnya dimintai keterangan akan dipanggil kembali, termasuk Bupati A Busyro Karim dan Wabup Achmad Fauzi. 

“Yang kemarin diperiksa sebagai saksi dipenyidikan, tentunya diperiksa kembali sebagai saksi di pengadilan,” tegasnya.

Namun, ketika ditanya mengenai ada potensi tersangka lain, pria berkacamata it tidak bisa memastikan hal itu. Sebab, dia masih melihat perkembangan di proses persidangan. 

“Kami masih belum bisa menyimpulkan fakta di persidangan. Hukum itu kan tidak bisa dimungkin-mungkinkan, harus pasti,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejasaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan sekaligus menahan tersangka Sitrul Arsyih Musa’ie, Mantan Direktur Utama (Dirut) PT WUS setelah memeriksanya selama 5 jam.

Sitrul diduga menerima participating interest (PI) 10% sebagai bagian hasil pengelolaan minyak dan gas (migas) di wilayah Kabupaten Sumenep dari PT Santos Madura Offshore.

Modus tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka adalah dengan membuka kantor perwakilan di Jakarta dan secara pribadi membuka rekening di Bank Mandiri. Rekening itu bisa menerima aliran dana dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat.

Rekening pribadi secara sengaja dibuka untuk menampung dana PI sebesar 10%. Tersangka dijerat dengan pasal 2 subsider pasal 3 UU Nomor 61 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penerimaan dana PI diduga tanpa sepengetahuan Pemkab Sumenep. Jumlah uang yang masuk ke rekening tersangka dari PI sebesar USD 773.702. Dana tersebut digunakan tersangka sebesar Rp 3,9 miliar.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.