Pamekasan, (Media Madura) – Kasus penyakit difteri mulai melanda Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Paling banyak terjadi di daerah utara.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan, Ismail Bey, saat ini ada 10 kasus difteri. Penyumbang terbanyak dari 13 kecamatan yaitu kecamatan Pakong.

“Paling banyak kasus difteri kalau tidak salah di wilayah Pakong dengan 10 orang penderita,” katanya, Kamis (1/2/2018).

Sijelaskan oleh Bey, penyakit difteri merupakan penyakit pernapasan berat yang disebabkan oleh toksin atau racun yang dikeluarkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria.

“Bakteri ini yang dapat merusak jaringan, dan apabila toksin ini menyebar dan masuk ke dalam darah dan kelenjar getah bening, akan menyebabkan infeksi di berbagai organ dan menyebabkan kegagalan organ,” jelasnya.

Difteri termasuk penyakit berbahaya yang sifatnya mudah menular dan dapat berakibat fatal hingga berujung pada kematian. Penyakit ini pada umumnya menyerang balita dan anak-anak pada rentang usia 1-9 tahun, namun beberapa kasus difteri juga bisa terjadi pada bayi, remaja, bahkan orang dewasa.

“Tapi pencegahannya sudah mulai, dalam rangka meminimalisir itu,” tuturnya.

Ia mengimbau, anak berumur 1-19 tahun agar dilakukan imunisasi ulang, ke pos-pos pelayanan terdekat, Polindes, Puskesmas, Rumah Sakit dan klinik.

“Peran serta masyarakat sangat kami perlukan karena kami berharap nantinya, tidak ada lagi masyarakat yang terkena difteri kembali dan Pamekasan terbebas dari penyakit difteri,” pungkasnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.