Bangkalan, (Media Madura) – Orang Madura punya kebiasaan turun temurun yang lucu saat gerhana bulan datang. Baik gerhana biasa atau gerhana total yang lazim disebut dengan supermoom.

Mereka biasanya mengambil parang. Parang itu kemudian diketuk-ketukkan ke dinding rumah, dinding dapur hingga pepohonan yang tumbuh dipekarangan pun tak luput dari ketukan.

Kebiasaan ini masih dilakukan sebagian masyarakat di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Seperti terlihat Rabu malam, 31 Januari 2018.

Selepas salat magrib, Fatimah, 39 tahun, langsung keluar rumah dengan parang ditangan setelah diberi tahu tetangganya sedang berlangsung gerhana bulan. Dengan parang itu, diketuknya semua benda mati dan hidup yang ada di pekarangan rumahnya.

“Ketukan ini sebenarnya penanda pada warga desa agar jangan tidur karena sedang terjadi gerhana,” kata Fatimah menjelaslan makna dibalik tindakannya saat gerhana bulan.

Kata dia, orang tua zaman dulu menyebut gerhana dengan istilah bulan sakit. Mereka percaya selama proses gerhana itu akan turun berbagai penyakit atau musibah ke bumi.

Maka orang-orang desa harus dibangunkan, agar lingkungan terhindar dari penyakit dan musibah itu, semua orang dan benda ‘dibangunkan’ karena penyakit menghinggapi mereka yang tidur,” ujar dia.

Tindakan mengetuk itu tak perlu dilakukan semua orang. Cukup satu orang dalam satu pekarangan sebagai perwakilan. Namun bagi Fatimah yang tengah hamil tua ada ritual tambahan yaitu menyeberang di bawah ranjang tidur.

“Harus ranjang dalam rumah, tidak boleh yang di luar rumah,” kata dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.