Foto bersama Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan dengan Farm Boster PT. Indosco Dwijayasakti di Gedangan, Kabupaten Sidoarjo

Pamekasan, (Media Madura) – Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus mengintensifkan studi visual atau praktik lapangan terhadap Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Lele dengan sistem padat tebar tinggi.

Buktinya, Kadis Perikanan Pamekasan, Nurul Widiastuti beserta staf bidang pembudidaya ikan melakukan kunjungan ke Farm Boster PT. Indosco Dwijayasakti di Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (9/1/2018) lalu.

Penyerahan cindera mata oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan, Nurul Widiastuti kepada Farm Boster PT. Indosco Dwijayasakti di Gedangan, Kabupaten Sidoarjo

“Kunjungan tersebut dalam rangka optimalisasi penerapan budidaya lele sistem intensif atau padat tebar tinggi, yang mulai di terapkan oleh pembudidaya ikan lele Pamekasan melalui Kegiatan praktek percontohan budidaya lele intensif,” katanya kepada mediamadura.com, Jumat (12/1/2018).

Pada kesempatan itu, tambah Nurul, rombongan yang ikut serta studi visual ke perusahaan obat dan alat kelengkapan perikanan itu berjumlah 15 orang, terdiri dari 10 orang pembudidaya dan 5 orang dari Dinas Perikanan.

“Rombongan tiba di Farm Boster pada pukul 09.30 WIB dan diterima langsung oleh owner PT. Indosco Dwijayasakti Bapak Eka Tjaya Tjioe beserta Manager Farm Bapak Dedi Hermansyah,S.Pi,” tambahnya.

Tujuan kunjungan itu, jelas Nurul, untuk menambah wawasan dan semangat pembudidaya ikan dalam menerapkan sistem boster, karena dari hasil evaluasi penerapan budidaya lele intensif yang dilakukan oleh 10 Pokdakan 90% berhasil, namun masih menemui beberapa kendala teknis.

“Bapak Eka Tjahya Tjoe selaku owner PT. Indosco Dwijayasakti sangat mengapresiasi langkah kami dalam membina pembudidaya lele, dan siap mendampingi pembudidaya untuk menerapkan budidaya lele sistem boster dan menganalisa hasil yang diterapkan di Pamekasan,” tuturnya.

“Bahkan ia menyatakan bahwa kebanyakan Pemkab hanya memberikan bantuan tanpa pendampingan dan evaluasi hasil,” sambung Nurul.

Bahkan Nurul dan peserta yang lain, usai dialog dan pematangan materi, diajarkan cara memfillet ikan lele dan mencicipi daging lele yang masih segar. Kepala dinas perempuan kedua di bumi Gerbang Salam itu tidak segan-segan bergabung dan mencicipi daging lele segar.

Peserta study visual saat melihat langsung budidaya ikan lele sistem padat tebar tinggi.

“Rasa daging lelenya berbeda, enak dan tidak bau anyir. Seperti makan daging sukiyaki, usai itu rombongan mengunjungi outlet pengolahan lele boster,” ujar Nurul usai mencoba fillet daging ikan lele boster.

Salah satu peserta kunjungan, M. Sahrah,pembudidaya ikan lele asal Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan menyampaikan banyak terima kasih karena telah menjadi salah satu yang dikutkan sebagai peserta study visual.

“Kami sangat senang diajak menjadi salah satu peserta kunjungan ke farm boster ini, wawasan kami bertambah. kami menjadi lebih semangat untuk menerapkan budidaya lele sistem intensif, Insya Allah dalam waktu dekat akan melakukan tebar bibit sistem boster jilid II,” katanya singkat.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan