Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo. Foto : Arif / MM

Pamekasan, (Media Madura) – Polisi bertindak cepat dalam kasus perusakan rumah kader Partai Gerakan Indonesia (Gerindra) yang saat ini menjadi anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Taufiqurrahman.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menuturkan, kasus tersebut telah ditangani dan telah masuk pada tahap pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui kronologis dan fakta-fakta yang terjadi sebelum menentukan nama tersangka.

“Kita telah memanggil 5 orang saksi dan dilakukan pemeriksaan, yakni orang yang berada di sekitar lokasi kejadian dan penghuni rumah,” katanya kepada wartawan. Senin (08/01/2018) siang.

Dikatakan, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dalam peristiwa perusakan rumah tersebut sebelum menetapkan tersangka.

“Pelaku ini kan datang ke rumah pelapor, sehingga pelapor tahu siapa pelakunya, cuma penyidik mengumpulkan bukti-bukti dulu dan pemeriksaan ini kita maksimalkan,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, segerombolan preman merusak rumah anggota DPRD Pamekasan H. Taufiqurrahman yang terletak di Dusun Tinjang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan.

Pelaku diperkirakan berjumlah lebih dari 4 orang dan melakukan perusakan secara bersama-sama hingga menyebabkan kerusakan barang berharga di rumah tersebut.

Kepada mediamadura.com Taufiqurrahman, yang pernah menjabat sebagai ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan ini, menceritakan masalah yang menjadi pemicu pengrusakan rumah miliknya tersebut.

Sebelumnya, adik iparnya menyewa mobil (rental) untuk digunakan ke luar kota. Dalam perjalanan, mobil tersebut mengalami kecelakaan hingga menyebabkan sejumlah penumpangnya mengalami patah tulang.

“Setelah kecelakaan itu pemilik rental meminta ganti rugi. Karena adik saya (ipar) belum punya uang maka dibuatlah pernyataan bahwa siap mengganti. Saat itu saya hanya sebagai saksi, ketika jatuh tempo justru rumah saya yang jadi sasaran,” katanya.

Dikatakan, adiknya bukan tidak mau membayar, tetapi sedang mengupayakannya dan meminta waktu agar uangnya cukup untuk memenuhi permintaan pemilik rental itu yang jumlahnya sekitar Rp 115 juta.

Dalam masalah tersebut, kata Taufiq sapaan akrabnya, ia hanya ingin membantu menyelesaikan persoalan tersebut dan menjadi saksi saat penandatanganan surat pernyataan.

“Tetapi tadi di rumah ngancam-ngancam dan malah melakukan perusakan. Ini kan sudah melanggar hukum,” tegasnya.

Pascainsiden perusakan yang membuat histeris seisi rumah dan sempat menjadi perhatian warga sekitar. Politikus Partai Gerindra ini langsung mendatangi Mapolres Pamekasan dan melaporkan tindakan kriminal yang dilakukan oleh segerombolan preman yang dibawa pemilik rental itu.

Ketua Fraksi Merah Putih DPRD Pamekasan ini juga menuturkan, sebagai wakil rakyat ia ingin mencontohkan, bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan cara yang baik, bukan dengan cara-cara kekerasan apalagi melakukan pengrusakan.

“Ini jelas tindakan kriminal. Biar kasus ini ditangani Polisi dan pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Penulis : Ist
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.