Ketua KPU Bangkalan, Fauzan Djakfar

Bangkalan, (Media Madura) – Sudah jadi tradisi di indonesia, bila ada orang datang bertamu, maka tuan rumah memberi minuman atau hidangan walau hanya sekedar segelas air putih.

Tradisi menghormat tamu itu juga berlaku dalam lingkup yang lebih luas yaitu lembaga pemerintah seperti Komisi Pemilihan Umum. Apalagi, hari-hari ini KPU banyak kedatangan tamu yaitu para calon bupati yang hendak mendaftar ikut pilkada.

Lalu apa yang dihidangkan KPU Bangkalan kepada para calon bupati dan wakil bupati? Ternyata hidangan yang disiapkan KPU Bangkalan sederhana saja. Air putih dan aneka penganan rakyat seperti kacang rebus, pisang rebus, ubi dan singkong goreng.

Hidangan ini tentu sangat murah dibanding misalnya membeli kue atau nasi kotak. Namun disisi lain hal ini akan sangat membantu menyerap hasil pertanian rakyat. Jadi ada dua mamfaat: pertama lebih hemat anggaran dan membantu menyerap hasil bumi kaum petani.

Jadi jangan dulu menilai KPU pelit, apalagi sampai menuduh markup anggaran karena menghidangkan camilan murah.

Justru apa yang dilakukan KPU sesuai aturan dari pemerintah pusat dalam Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara.

Pada 2014, sewaktu jabatan mentri di kementrian ini dijabat politisi muda dari PAN, Yuddy Chrisnandi. Dialah yang bikin kebijakan agar semua acara pemerintah menghidangkan kacang rebus dan koloninya. Serta tidak lagi menghidangkan makanan mewah karena dianggap boros anggaran.

Karena kebijakan ini bagus, meski Yuddy Chrisnandi sudah tak lagi jadi mentri, kebijakan tetap dipakai hingga saat ini.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.