Petugas saat mengevakuasi minibus yang terlibat kecelakaan di Jalan Raya Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Senin (25/12/2017) kemarin. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resort Sampang menetapkan status tersangka terhadap sopir minibus nopol M 7211 UA, Faisal Ali Jabir (21), dalam kasus kecelakaan maut yang terjadi di ruas Jalan Raya Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin (25/12/2017) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin.

“Sopir minibus ditetapkan sebagai tersangka karena akibat kecelakaan tersebut telah menimbulkan empat korban jiwa,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar, Selasa (26/12/2017).

Musa mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar mengatakan, sopir minibus warga Desa Lembung Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, saat ini masih ditahan di Polsek Kota Sampang.

Terkait penyebab kecelakaan, lanjut dia, diduga karena sopir minibus mengemudikannya dengan kecepatan tinggi. Bahkan pengakuan sopir, laka lantas terjadi karena sopir kaget saat hendak menghindari kendaraan lain yang mendadak berhenti di depannya.

Sehingga sopir berupaya menghindari tabrakan dengan membanting setir ke kanan. Namun ada tiga pengendara motor dari arah berlawanan.

“Pengemudi minibus itu lalai atau out of control, pertama tak bisa jaga jarak, tak bisa mengatur kecepatan, dan berada di jalur lawan,” jelasnya.

Kecelakaan itu menewaskan empat korban jiwa. Awalnya saat kejadian tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan bertambah satu setelah dirawat di rumah sakit di Pamekasan.

Mereka adalah, Andrean Susanto (22), Susi (50), Slamet Budi Harto (39). Ketiganya warga Jalan IR. H. Juanda, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo. Kemudian, Hairil (30) warga Desa Plampaan, Kecamatan Camplong.

Selain itu, mantan Kapolsek Rengel, Tuban menuturkan, pihaknya sudah melakukan rekonstruksi awal insiden kecelakaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam rekontruksi menentukan titik awal lokasi terjadinya tabrakan, kendaraan pertama terlemparnya korban kemana, titik kedua, ketiga dan posisi terakhir berhentinya minibus.

“Sopir ngakunya karena rem blong, tapi harus bisa dibuktikan dengan teknisi, dia (sopir-red) juga dites urine takut ada kandungan narkoba saat mengemudi,” tuturnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.