Di Sumenep, Minat Calon Transmigran dan Kuota Tak Sebanding

Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Minat masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk menjadi transmigran terbilang cukup tinggi.

Sejak 2011, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat mencatat, sebanyak 200 kepala keluarga (KK) menunggu antrean untuk diberangkatkan.

Namun sayang, tingginya minat masyarakat tidak diinbangi dengan kuota yang diberikan pemerintah pusat, karena per tahun Sumenep hanya diberikan jatah transmigran 5 KK.

-Advertisement-

“Minat transmigran banyak tapi jatah yang diberikan hanya 5 KK setiap tahunnya,” kata Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Sumenep, Chairul Saleh, Senin (11/12/2017).

Menurut Chairul, pihaknya tidak bisa mengintervensi berapa jumlah KK yang bisa diberangkatkan ke daerah tujuan setiap tahunnya.

Pemerintah daerah sifatnya hanya menerima jatah yang telah ditentukan pemerintah pusat, sehingga kuota menjadi kendala tersendiri.

Ia mejyebut, selama dua tahun terakhir, kouta hanya 5 KK per tahun, padahal sebelumnya bisa sampai 15 KK dalam satu tahun.

“Selain jatahnya berkurang, juga calon transmigran itu tidak bisa memilih sendiri daerah tujuan sehingga sering terjadi gagal berangkat,” terangnya.

Beberapa daerah yang menjadi tujuan transmigran asal Sumenep diantaranya daerah Sulawesi, Maluku dan Gorontalo. 

Sebelum diberangkatkan, calon transmigran diberi pembekalan terlebih dahulu sesuai daerah yang menjadi tujuannya.

Disamping mendapat pelatihan, transmigran juga mendapatkan fasilitas, diantaranya selama satu tahun mereka mendapatkan bantuan jaminan hidup selama satu tahun pertama itu.

“Selama ini, transmigran yang kami berangkatkan ada yang sukses, diantanya menggarap lahan sampai seluas 2 hektar,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.