Bila Jadi Bupati Bangkalan, Farid Alfauzi Ingin Hapus Fee Proyek

Bangkalan, (Media Madura) – Sabtu, 9 Desember 2017 lalu, Farid Alfauzi ngisi seminar. Temanya investasi, tempatnya di aula gedung PKPN Bangkalan. Pesertanya ratusan, sebagian besar mahasiswa dan aktivis kampus.

Farid anggota DPR RI dari Hanura dan kini jadi bakal calon bupati di Pilkada Bangkalan.

Ada ungkapan menarik Farid tentang hubungan investasi dan maraknya begal di Bangkalan. Dia yakin jika banyak investasi masuk ke Bangkalan, tindak begal bakal terus berkurang.

Kata Farid, begal marak salah satunya karena angkatan kerja banyak menganggur. Mereka menganggur karena tak ada pekerjaan. Untuk menciptakan lapangan kerja, harus banyak investasi masuk ke Bangkalan.

“Orang membegal karena tak punya pendapatan,” kata Farid.

Jika nanti terpilih jadi bupati, Farid juga ingin menghapus fee proyek. bagi dia, fee proyek adalah pungutan liar dan pungutan tak resmi masuk satu jenis korupsi.

“Buat apa fee itu, PNS sudah digaji, bupati sudah digaji, buat apa terima fee,” kata dia.

Farid menilai tidak sulit menghapus praktek pemberian fee, dia bahkan menilai tantangan menghapus fee pun tak berat.

“Mulai dari bangun tidur hidup kita penuh tantangan, gitu aja kok bingung. Saya ini aktivis, bukan politisi baru muncul,”

“Saya pernah jadi ketua senat, lagi pula untuk apa fee, kenapa harus ada fee, bagi saya menjalankan kebenaran tantangannya selalu kecil,”

Farid pun tak setuju bila ada ungkapan yang menyebut korupsi ‘membudaya’ di Bangkalan. Dia menganggap ungkapan itu menghina orang Bangkalan.

“Gak benar itu, korupsi kok budaya, jangan menghina orang Bangkalan, kita semua ini santri,” ungkap dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.