Pamekasan – Pendidikan dan latihan mempunyai hakekat yang mendasar, yaitu sebagai media transformasi atau media pembuka wawasan. Demikian pula di lingkungan Resimen Mahasiswa (Menwa), kegiatan ini mendapat prioritas khusus karena melalui media inilah potensi personil ditumbuh kembangkan.

Kader-kader Resimen Mahasiswa disiapkan sebagai suatu kekuatan potensial bagi seluruh pihak. Terutama kemampuan khusus yang sesuai dengan fungsi dan tugas pokoknya di bidang bela negara.

Untuk itulah perlu adanya suatu sistem pendidikan dan pembinaan yang terintegerasi, utuh dan dapat mengakomodir semua perangkat eksistensinya atau pola pembinaan yang utuh dan mendasar selama seseorang menjadi anggota menwa, yang dilengkapi pula dengan kurikulum tentang materi kemampuan organisasi mahasiswa pada umumnya.

Peraturan Baris Berbaris adalah suatu wujud gerak latihan fisik guna menanamkan kebiasaan disiplin, tanggung jawab, serta membentuk sikap lahir dan batin yang di perlukan dalam latihan dasar kemiliteran yang diarahkan terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Perwatakan yang seperti apa? Yaitu berupa disiplin dan tingklah laku yang baik.

Guna menumbuhkan sikap jasmani, rasa persatuan, rasa disiplin, rasa tanggung jawab, serta membentuk sikap lahir dan batin, Kodim 0826/Pamekasan memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris kepada 17 orang Kader Resimen Mahasiswa Universitas STAIN Pamekasan, bertempat di Lapangan Makodim 0826/Pamekasan. Rabu ( 06/12/17 )

Serka Murakip Bintara Tinggi Staf Operasi Kodim 0826 selaku pelatih dalam kegiatan pelatihan menyampaikan, Maksud dari pelatihan PBB yaitu sebagai pendidikan latihan awal bela Negara sesuai hak dan kewajiban warga Negara Indonesi seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Sedangkan tujuannya yaitu untuk mempertebal rasa semangat kebangsaan dan patriotisme yang tinggi sehingga tercipta rasa tangung jawab yang tinggi pula.

Pelatihan PBB akan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan dan kesatuan, disiplin, dengan senantiasa mengutamakan tugas diatas kepentingan individu. Sehingga secara tidak langsung akan meimbulkan rasa tanggung jawab pada setiap diri nggota resimen mahasiswa.

Adapun makna yang terkandung dalam satu sikap tiga rasa tersebut, adalah menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, artinya mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.

“Sementara arti dari tiga rasa, rasa yang pertama yaitu rasa persatuan, artinya adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. Kedua, rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri,” katanya Serka Murakip.

Dan yang terakhir rasa tanggung jawab yaitu keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.

“Apabila para peserta bisa mendalami makna yang terkandung dalam pelatihan PBB ini, maka akan menghasilkan sikap lahir dan batin yang baik. Sikap lahir yang diperoleh berupa: Ketegaran, Ketangkasan, Kelincahan, Kerapihan, Ketertiban, Kekhidmatan, Kekompakan, Keseragaman, Kesigapan, Keindahan, Ketanggapan, Kewajaran tenaga, Kesopanan dan Ketelitian,” paparnya.

Sementara sikap batin yang diperoleh berupa: Ketatanegaraan, Ketaatan, Keikhlasan, Kebersamaan, Persaudaraan, Keyakinan, Keberanian, Kekuatan, Konsenterasi, Kebiasaan, Rela berkorban, Persatuan dan Kesatuan.

Rilis

Tinggalkan Balasan