Pembunuhan Sopir Online Direncanakan di Rumah Uuk Langkap

Bangkalan, (Media Madura) – Salah satu pembunuh sopir taksi online di Bangkalan bernama Rusdiyanto, 44 tahun, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh.

Di desanya, ia lebih dikenal dengan panggilan Uuk. Ia dikabarkan jadi bandar sabu dan judi togel. Di sebuah grup whatsapp, sejumlah warga Langkap bilang senang Uuk ditangkap polisi.

Keberadaannya meresahkan warga, Uuk bahkan beberapa kali terlihat nyabu digardu seolah kebal hukum sambil miling nomeran.

-Advertisement-

Dalam laporan polisi disebut perencanaan perampokan namun berakhir dengan pembunuhan itu dirancang di rumah Uuk. Letaknya 500 meter belakang Pasar Langkap.

Selain Uuk ada tiga orang terlibat perencanaan. Zainal Arifin, warga Jukong, Labang. Dewi Agustina, istri Zainal, warga Parseh dan Febri, warga Nganjuk.

“mereka sepakat merampok,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha.

Zainal kemudian ke Surabaya mencari mangsa. Naik bus dari Tangkel, turun di Kenjeran. Disanalah dia mencari calon korban.

karena tak juga menemukan mangsa, Zainal minta tolong pada seorang ojek online untuk memesan taksi online ke Madura. Pesanan itu diambil oleh Ali Gufron, 23 tahun, warga Kedingding Lor, Kenjeran, Surabaya. Ali menjemput Zainal di kawasan kaki Suramadu.

Zainal lalu mengarahkan Ali menuju ke rumah Uuk di Desa Langkap. Disana sudah menunggu tiga tersangka lain: Febri, Uuk dan Dewi.

Mereka kemudian berjalan tanpa tujuan keliling seputar Burneh hingga Pangolangan, untuk mencari tempat eksekusi.

Setelah masuk ke gang menuju desa Perreng, kira-kira 200 meter, Zainal meminta sopir berhenti dan menyuruhnya kencing. Ali turun dan kencing di belakang mobil.

Saat itulah, Zainal turun, sebelumnya dia meminta sajam jenis bedas yang dibawa Febri. Zainal menghampiri Ali. Febri juga keluar untuk kencing diseberang jalan.

Saat Ali selesai kencing dan balik hendak kembali masuk mobil itulah Zainal menebas leher bagian belakang.

Ali tersungkur, Zainal.kemudian minta Febri mengangkat korban dan membuangnya ke sawah. Namun, Febri urung mengangkat karena saat memegang pundak korban, tangannya berlumur darah. Febri memilih masuk kembali ke mobil.

Zainal kemudian menggelindingkan tubuh korban hingga jatuh ke sawah. Dia kemudian turun lagi dan menggorok leher korban untuk memastikan korban benar-benar mati.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.