Wakil Ketua DPRD Sampang Abdussalam memberikan keterangan kepada awak media di ruangannya, Selasa (5/12/2017). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Wakil Ketua DPRD Sampang Abdussalam, angkat bicara tentang pencatutan namanya yang mendukung pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati lewat jalur perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang 2018.

Abdussalam secara tegas akan menggugat dan melaporkannya ke polisi. Sebab, dirinya mengaku selama ini tidak pernah memberikan pernyataan dan menandatangani untuk mendukung bakal calon independen yaitu Riko Sebastian Ariesta dan Moh Wasil.

“Kalau memang ada tanda tangan dukungan atas nama saya berarti itu dipalsukan, makanya kami akan melapor ke pihak berwajib,” ucap Abdussalam ditemui di kantor DPRD Sampang Jalan Wijaya Kusuma, Selasa (5/12/2017) siang.

Abdussalam merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sampang sangat menyesalkan pencatutan namanya oleh bakal calon independen tersebut. Apalagi ia diketahui sebagai pimpinan parpol sehingga pencatutan nama dinilai tidak berprofesional.

“Gak mungkin saya kan ketua parpol dukung calon independen, semisal insiden ini tidak di proses bisa jadi saya terkena sanksi administrasi diinternal partai,” tuturnya.

Untuk itu, dia berharap agar KPU menyeleksi secara detail dokumen dukungan pasangan calon independen sebagai syarat pendaftaran di Pilkada Sampang 2018.

Lanjut Abdussalam, pencatutan nama tak hanya dialami oleh dirinya melainkan anggota wakil rakyat lainnya sama-sama asal Desa Ketapang Barat Kecamatan Ketapang, yakni Hakiki politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sampang.

“Saya diberitahu rekan di Kecamatan Ketapang melalui akun WhatsApp, setelah diteliti dan dicocokkan dengan NIK memang benar ada nama saya, yang jelas banyak orang saya juga dicatut namanya, nanti akan saling berkordinasi dengan teman-teman bagaimana langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, meski belum memasuki verifikasi faktual oleh PPS berkas dukungan bakal calon independen yaitu Riko dan Wasil ditemukan banyak pencatutan nama pendukung. Mulai sejumlah nama warga biasa, Komisioner KPU, anggota DPRD, hingga kalangan pejabat lainya.

Hingga kini, KPU Sampang masih terus melakukan verifikasi administrasi untuk dilakukan verifikasi faktual yang akan diplenokan di tingkat PPS pada tanggal 12 Desember 2017.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.